NUSANTARA
Polda Jabar Utamakan Pemulihan Trauma YTR Sebelum Pemeriksaan
AKTUALITAS.ID – Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan proses penyidikan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR dilakukan dengan mengutamakan pemulihan kondisi psikologis korban. Polisi menilai kesehatan mental korban menjadi faktor penting sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan penyidik akan berhati hati saat meminta keterangan dari korban yang masih mengalami trauma berat akibat dugaan kekerasan yang dialaminya selama bertahun tahun.
“Proses ini tetap memperhatikan kondisi pemulihan psikologis korban. Jangan sampai pertanyaan yang kami ajukan mengganggu kondisi mental korban,” kata Rudi di Bandung Barat, Selasa (23/6/2026).
Kasus YTR menjadi perhatian publik setelah perempuan berusia 29 tahun itu ditemukan dalam kondisi luka luka dan diduga menjadi korban penyekapan oleh kekasihnya selama tiga tahun. Pelaku berinisial TH hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Menurut Rudi, pihaknya memperoleh informasi kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif. Situasi tersebut akan dimanfaatkan penyidik untuk menggali informasi yang dapat membantu proses pencarian pelaku.
“Kami mendapat kabar korban sudah mulai membaik. Tentunya kondisi ini akan kami manfaatkan untuk memperoleh informasi yang dapat membantu proses penyidikan,” ujarnya.
Keterangan korban dinilai sangat penting karena dapat memberikan petunjuk mengenai keberadaan pelaku maupun kronologi lengkap peristiwa yang terjadi selama masa dugaan penyekapan.
Dirinya menjelaskan Polda Jawa Barat telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku dan mengumpulkan berbagai alat bukti.
“Kami akan mengejar pelaku ke mana pun berada. Tim sudah bekerja dan terus mengembangkan informasi yang diperoleh,” katanya.
Meski demikian, kepolisian belum bersedia mengungkap secara rinci langkah teknis yang sedang dilakukan dalam pengejaran tersebut. Polisi beralasan informasi tersebut merupakan bagian dari strategi penyidikan.
Saat ini korban masih menjalani perawatan dan pendampingan psikologis. Sejumlah pihak, termasuk lembaga perlindungan korban dan anggota DPR, turut memberikan perhatian terhadap kasus yang memicu keprihatinan publik tersebut.(PURNOMO)
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
FOTO22/06/2026 20:05 WIBFOTO: Pemusnahan Pakaian Bermerk Palsu Senilai Hampir Rp. 1 Miliar
-
POLITIK22/06/2026 20:06 WIBBajak Kader dari Partai Lain, PSI Dinilai Krisis Figur
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
OLAHRAGA22/06/2026 22:10 WIBSiaran Piala Dunia 2026 di Korea Utara Tak Tampilkan Laga Tiga Negara Ini
-
RAGAM22/06/2026 19:45 WIBPersaingan SD Negeri dan Biaya Swasta Bikin Orang Tua Serba Salah
-
POLITIK22/06/2026 20:35 WIBPengamat Sebut Struktur Ketua Harian PSI Bukti Adanya Ketidakseimbangan dalam Manajemen Partai
-
NUSANTARA22/06/2026 23:30 WIBHerman Deru Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Tegaskan Komitmen Maksimalkan Kesejahteraan Masyarakat

















