Connect with us

NUSANTARA

Buron Sadis Taufik Hidayat Dibanderol Rp250 Juta

Aktualitas.id -

Taufik Hidayat Dibanderol Rp250 Juta, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tak biasa dalam memburu terduga pelaku kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung. Ia mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi akurat hingga buronan tersebut berhasil ditangkap aparat.

Langkah itu diumumkan setelah polisi masih memburu Taufik Hidayat (30), yang telah masuk dalam daftar pencarian terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki.

Dedi mengaku sangat geram setelah mengetahui kondisi korban yang mengalami luka berat dan trauma mendalam akibat dugaan kekerasan tersebut.

“Ada peristiwa yang sangat keji terjadi di Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi, Selasa (23/6/2026).

Menurut Dedi, dugaan kekerasan yang dialami korban merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa pertanggungjawaban hukum.

Meski optimistis jajaran Polda Jawa Barat mampu segera menangkap buronan tersebut, Dedi memilih melibatkan masyarakat dalam proses pencarian.

Ia menegaskan hadiah Rp250 juta dari dana pribadi akan diberikan kepada siapa pun yang memberikan informasi yang valid kepada aparat atau membantu hingga buronan berhasil diamankan.

“Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan keberadaannya kepada aparat, saya memberikan hadiah Rp250 juta,” tegas Dedi.

Pernyataan itu langsung menyedot perhatian publik. Nilai hadiah yang besar membuat sayembara tersebut menjadi salah satu yang paling menyita perhatian dalam penanganan kasus kriminal di Jawa Barat.

Sementara itu, Polda Jawa Barat memastikan proses pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus berlangsung. Polisi juga membentuk tim untuk melacak keberadaan buronan.

Menurut kepolisian, korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan sejak 2023 hingga 2026. Selama kurun waktu tersebut, korban diduga berpindah-pindah lokasi sehingga keberadaannya sulit diketahui keluarganya.

Hingga kini aparat masih mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan buronan agar segera melapor kepada kepolisian. Polisi mengingatkan masyarakat tidak melakukan penangkapan sendiri dan menyerahkan seluruh proses penindakan kepada aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena dugaan kekerasan yang diselidiki menimbulkan dampak fisik dan psikologis serius terhadap korban. Aparat menegaskan penyelidikan dan pencarian terhadap buronan masih terus dilakukan hingga yang bersangkutan berhasil diamankan. (Kusuma/Mun)

TRENDING