Connect with us

DUNIA

Rusia Penjarakan 3 Orang Gegara Komunitas LGBTQ

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: AI

AKTUALITAS.ID – Pengadilan di Rusia menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga pekerja sebuah bar di Kota Orenburg dalam perkara yang dikaitkan dengan aktivitas komunitas LGBTQ. Putusan ini disebut sebagai kasus pidana pertama sejak Mahkamah Agung Rusia pada 2023 menetapkan apa yang disebut “gerakan LGBT internasional” sebagai organisasi ekstremis.

Dalam putusan yang diumumkan pada Senin (29/6), pengadilan menyatakan ketiga terdakwa bersalah atas dakwaan mengorganisasi dan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi yang telah dinyatakan ekstremis berdasarkan hukum Rusia.

Menurut pengadilan, pemilik, administrator, dan direktur seni Bar Pose di Orenburg dinilai menyelenggarakan berbagai kegiatan yang disebut menunjukkan solidaritas terhadap individu dengan “orientasi seksual non-tradisional”, istilah yang digunakan dalam regulasi Rusia untuk merujuk pada komunitas LGBTQ.

BACA JUGA  Putin-Zelenskyy Didesak untuk Akhiri Perang 

Pemilik bar, Vyacheslav Khasanov (37), dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara serta denda satu juta rubel. Direktur seni, Alexander Klimov (23), divonis dua tahun tiga bulan penjara, sementara administrator, Diana Kamilyanova (30), dijatuhi hukuman enam tahun tiga bulan penjara.

Pengadilan menyatakan ketiganya tidak mengakui dakwaan yang dikenakan kepada mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Rusia meningkatkan penindakan terhadap tempat-tempat yang dikaitkan dengan komunitas LGBTQ, termasuk melakukan penggerebekan terhadap bar dan klub serta memproses pemilik maupun pengelolanya berdasarkan peraturan yang berlaku.

Sebelumnya, sejumlah pengadilan di Rusia juga telah menjatuhkan denda maupun hukuman penjara jangka pendek terhadap individu yang menampilkan simbol-simbol LGBTQ, seperti bendera pelangi atau atribut lain yang dianggap melanggar ketentuan hukum setempat.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPR Dorong Perang Rusia dan Ukraina Dihentikan

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah yang diambil pemerintah Rusia dalam beberapa tahun terakhir untuk memperketat regulasi terkait isu LGBTQ. Pemerintah Rusia menyatakan kebijakan itu bertujuan melindungi apa yang disebut sebagai “nilai-nilai tradisional”, sementara sejumlah organisasi hak asasi manusia dan negara-negara Barat mengkritik langkah tersebut sebagai pembatasan terhadap hak-hak sipil dan kebebasan berekspresi.

Kasus ini menjadi tonggak baru dalam penerapan aturan pasca-penetapan “gerakan LGBT internasional” sebagai organisasi ekstremis di Rusia, sekaligus menunjukkan semakin ketatnya penegakan hukum terhadap aktivitas yang oleh otoritas Rusia dinilai berkaitan dengan komunitas LGBTQ. (Mun)

TRENDING