DUNIA
Rusia Nuklir Satu satunya Pencegah Perang Global
AKTUALITAS.ID – Pernyataan mengejutkan kembali datang dari Kremlin. Di tengah memanasnya ketegangan geopolitik dunia dan runtuhnya berbagai mekanisme pengendalian senjata, Rusia secara terbuka menyebut senjata nuklir sebagai satu-satunya benteng yang masih mencegah pecahnya perang global.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam forum kebijakan luar negeri di Moskow. Ucapannya langsung menyita perhatian dunia karena muncul saat sistem pengendalian senjata nuklir internasional dinilai berada pada titik paling rapuh sejak berakhirnya Perang Dingin.
“Faktanya, kita tidak memiliki apa pun lagi selain pencegah nuklir. Itulah satu-satunya hal yang melindungi dunia dari perang global,” kata Peskov.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal keras bahwa Moskow melihat tatanan keamanan internasional sedang mengalami erosi serius. Bagi Rusia, keseimbangan ketakutan yang diciptakan oleh kepemilikan senjata nuklir masih menjadi faktor utama yang menahan negara-negara besar untuk tidak terlibat dalam konflik terbuka berskala dunia.
Ucapan Peskov muncul setelah berakhirnya Perjanjian New START, kesepakatan terakhir antara Rusia dan Amerika Serikat yang selama ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis kedua negara.
Berakhirnya perjanjian tersebut menandai babak baru yang mengkhawatirkan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, dua negara pemilik arsenal nuklir terbesar di dunia tidak lagi terikat oleh perjanjian yang membatasi pengerahan senjata strategis mereka.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan lahirnya perlombaan senjata baru yang lebih berbahaya dibanding era Perang Dingin. Tanpa pembatasan yang jelas, setiap negara kini memiliki ruang lebih besar untuk memperkuat kemampuan militernya.
Rusia juga memperingatkan bahwa ancaman masa depan tidak hanya datang dari senjata nuklir. Menurut Kremlin, perkembangan teknologi militer dapat melahirkan sistem persenjataan non-nuklir dengan daya rusak yang mendekati bahkan menyamai efek kehancuran senjata nuklir.
Di tengah ketidakpastian tersebut, nama Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menjadi sorotan. Selama konflik berkepanjangan di Ukraina, Putin berulang kali mengeluarkan peringatan bernada nuklir yang menuai kecaman dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
Washington dan sekutunya menilai retorika tersebut sebagai langkah berbahaya yang dapat meningkatkan ketegangan global. Namun dari sudut pandang Moskow, kemampuan nuklir justru dianggap sebagai faktor yang menjaga keseimbangan kekuatan dunia.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump terus mendorong lahirnya perjanjian nuklir baru yang juga melibatkan China. Namun Beijing menolak tekanan tersebut dan tidak menunjukkan minat untuk bergabung dalam format yang diinginkan Washington.
Rusia pun memberikan syarat tambahan. Moskow menegaskan bahwa jika China dilibatkan dalam kesepakatan baru, maka Inggris dan Prancis sebagai negara pemilik senjata nuklir sekaligus sekutu dekat AS juga harus masuk dalam meja perundingan.
Pernyataan Kremlin ini menggambarkan satu realitas yang semakin mengkhawatirkan: dunia sedang memasuki era baru ketidakpastian strategis. Ketika perjanjian pengendalian senjata runtuh satu per satu dan kepercayaan antarnegara menipis, senjata yang dahulu dianggap ancaman terbesar bagi umat manusia kini justru disebut sebagai penghalang terakhir agar perang dunia tidak benar-benar terjadi.
Di tengah rivalitas Amerika Serikat, Rusia, China, dan kekuatan besar lainnya, pertanyaan yang kini muncul bukan lagi apakah perlombaan senjata baru akan terjadi, melainkan seberapa jauh dunia mampu mengendalikan eskalasi sebelum keseimbangan rapuh itu runtuh. (Mun)
-
RAGAM24/06/2026 17:13 WIBDi Tengah Padatnya Aktivitas, Mashudi Benarto dan Elvi Cahyani Rayakan Dua Tahun Cinta dengan Makan Malam Romantis
-
NASIONAL24/06/2026 17:48 WIBKPK Telusuri Setoran PT Blueray Cargo ke BPOM dan Kemendag
-
POLITIK24/06/2026 20:00 WIBDPD: Politik Uang dan Hoaks Kian Menggerus Kualitas Demokrasi Indonesia
-
POLITIK24/06/2026 14:00 WIBGerindra Bantah Keras Isu Instruksi Budi Djiwandono Awasi Gibran
-
NUSANTARA24/06/2026 22:00 WIBHerman Deru Sambut Investor China, Proyek PLTA OKU Selatan Ditargetkan Perkuat Ketahanan Listrik Sumsel
-
NUSANTARA24/06/2026 14:30 WIBIbu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Disiksa hingga Tewas di Malaysia
-
OTOTEK24/06/2026 19:05 WIBMeta Kembangkan Arena, Aplikasi Pasar Prediksi Mirip Polymarket
-
NUSANTARA24/06/2026 15:30 WIBSadis! Monster Bandung Paksa Tato Tangan dan Dada Korban Penyekapan

















