Berita
Walau Terancam Varian India, Inggris Longgarkan Aturan Covid
Sejumlah wilayah di Inggris melonggarkan aturan jaga jarak untuk menghindari penularan Covid-19 pada hari Senin (17/5) meski masih ada bayang ancaman varian corona baru dari India. Berbagai tempat umum, seperti restoran hingga tempat olahraga, dibuka setelah beberapa bulan tak diizinkan beroperasi demi menekan lonjakan kasus virus corona. Di Seluruh Inggris, Wales, dan sebagian wilayah di […]
Sejumlah wilayah di Inggris melonggarkan aturan jaga jarak untuk menghindari penularan Covid-19 pada hari Senin (17/5) meski masih ada bayang ancaman varian corona baru dari India.
Berbagai tempat umum, seperti restoran hingga tempat olahraga, dibuka setelah beberapa bulan tak diizinkan beroperasi demi menekan lonjakan kasus virus corona.
Di Seluruh Inggris, Wales, dan sebagian wilayah di Skotlandia, berbagai restoran, kafe, bioskop, teater, dan tempat olahraga ramai dikunjungi warga.
“Bersama-sama kami telah mencapai tonggak penting dalam jalan kami keluar dari penguncian, tetapi kami harus mengambil langkah berikutnya dengan sangat hati-hati,” kata Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, Minggu (17/5), seperti dikutip AFP.
Selain bebas mengunjungi tempat umum, warga Inggris juga dapat berlibur ke luar negeri. Namun, hanya ke negara-negara tertentu, salah satunya Portugal.
Masyarakat London juga sudah bisa saling berkunjung tanpa aturan jarak sosial. Artinya, ketika berkunjung, mereka diperbolehkan untuk berpelukan.
Namun, Johnson tetap mengingatkan bahwa kontak fisik merupakan salah satu penyebab penularan Covid-19.
“Harap berhati-hati mengenai risiko terhadap orang yang Anda cintai. Ingat bahwa kontak dekat, seperti pelukan, adalah cara langsung untuk menularkan penyakit ini,” kicau Johnson di Twitter.
Inggris juga berencana mencabut semua larangan jaga jarak pada 21 Juni mendatang. Namun, Johnson mengingatkan bahwa masih ada kemungkinan rencana itu batal karena ditemukan beberapa kasus penularan varian Covid-19 B1617.
“Kami menjaga penyebaran varian yang pertama kali diidentifikasi di India ini dengan pengawasan ketat dan mengambil tindakan cepat saat infeksi meningkat,” kata Johnson.
Sejumlah pihak khawatir akan kebijakan Johnson ini. Kekhawatiran itu tercermin dalam tajuk utama berbagai surat kabar di Inggris.
“Jangan hancurkan Inggris,” tulis Daily Mail.
Sementara itu, Daily Mirror menggunakan judul “Kebahagiaan hanya untuk saat ini” dan The Sun memuat kritik yang cukup tajam “Get the ‘shot’ in” di atas gambar jarum suntik dan seorang perempuan yang sedang minum dari gelas.
Vaksinasi lawan Covid
Di tengah kekhawatiran ini, pemerintah Inggris mengklaim bahwa program vaksinasi yang mereka jalankan sudah cukup.
Pemerintah pun bakal memperkuat program vaksinasi untuk warga di atas 50 tahun yang merupakan kelompok rentan ketika aturan jaga jarak dicabut dan varian baru menyebar.
“Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin itu tidak terlalu efektif melawan varian India,” kata Menteri Bisnis Inggris, Kwasi Kwarteng, kepada Sky News, Senin (17/5).
Menurut data pemerintah, varian B1617 menyebar di Inggris dengan cepat, dari 520 kasus menjadi 1.313 kasus pada minggu lalu.
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, juga memperingatkan mutasi baru itu dapat “menyebar seperti api di antara kelompok yang tidak divaksinasi” dan yang mengabaikan pembatasan lokal.
Sejauh ini, menurut data John Hopkins University, kasus Covid-19 di Inggris mencapai 3,89 juta dengan kematian 113 ribu.
-
RAGAM04/10/2026 15:35 WIBAzka Corbuzier Debut Akting Lewat Home, Almost, Tayang Perdana di New York
-
DUNIA04/10/2026 15:00 WIB1.540 Milisi Houthi Tumbang Dihantam 474 Serangan Militer Yaman
-
POLITIK04/10/2026 14:00 WIBTB Hasanuddin Ingatkan Saleh Mustafa soal Rangkap Jabatan
-
NASIONAL04/10/2026 13:00 WIBGerebek Klaten! Densus 88 Ringkus 2 Terduga Teroris di Kontrakan
-
NUSANTARA04/10/2026 13:30 WIBBMKG Bongkar Penyebab Udara Makassar Mendadak Tak Sehat
-
NUSANTARA04/10/2026 12:30 WIBGempa Pagi Hari Luluhlantakkan Rumah Warga di Sumba
-
DUNIA04/10/2026 12:00 WIBDemo Siswa Meledak, 2.000 Orang Ditangkap di Prancis
-
NASIONAL04/10/2026 10:00 WIBBGN Bongkar Yayasan Tak Aktif yang Minta Uang Per Ompreng
















