Berita
Rekor Sejak Awal Pandemi, Inggris Catat 93 Ribu Kasus Covid Harian
Inggris mendeteksi infeksi Covid-19 harian sebanyak 93.045 kasus dalam sehari pada Jumat (17/12). Menurut catatan pemerintah, jumlah kasus harian itu menjadi yang tertinggi sejak awal pandemi pada 2020 silam. Jumlah infeksi harian itu mengalami peningkatan sebanyak 4.669 kasus jika dibandingkan sehari sebelumnya. Menurut catatan pemerintah, jumlah infeksi virus corona di Inggris telah meningkat 132.836 kasus […]
Inggris mendeteksi infeksi Covid-19 harian sebanyak 93.045 kasus dalam sehari pada Jumat (17/12).
Menurut catatan pemerintah, jumlah kasus harian itu menjadi yang tertinggi sejak awal pandemi pada 2020 silam.
Jumlah infeksi harian itu mengalami peningkatan sebanyak 4.669 kasus jika dibandingkan sehari sebelumnya.
Menurut catatan pemerintah, jumlah infeksi virus corona di Inggris telah meningkat 132.836 kasus atau 38,6 persen dalam sepekan terakhir dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
Lonjakan kasus Covid-19 ini berlangsung ketika penyebaran virus corona varian Omicron terus meluas di Inggris.
Pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson berencana menggelar pertemuan komite darurat soal varian Omicron pada akhir pekan ini.
PM Johnson dan para pemimpin negara persemakmuran Inggris Raya, termasuk Menteri Pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon, sepakat bahwa varian Omicron menimbulkan “ancaman signifikan bagi kesehatan dan perekonomian.”
Dilansir Reuters, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (HSA) mengatakan kasus Covid-19 varian Omicron terus berlipat ganda jumlahnya dalam waktu kurang dari dua hari di seluruh wilayah Inggris.
Varian Omicron disebut telah menyumbang lebih dari 80 persen kasus Covid-19 baru di Ibu Kota London. HSA menuturkan sebanyak 65 persen kasus Covid-19 di rumah sakit Inggris merupakan varian Omicron.
Sejauh ini, Inggris baru mencatat satu kasus kematian akibat Covid-19 varian Omicron.
Sejauh ini, para ahli pun masih belum bisa menyimpulkan apakah varian Omicron lebih mematikan dari varian-varian sebelumnya.
Namun, sebuah studi Imperial College London memaparkan bahwa varian Omicron memicu risiko infeksi berulang lima kali lebih tinggi dari varian Delta.
Varian ini juga dikabarkan tidak menunjukkan tanda-tanda lebih ringan dari varian Delta.
Lonjakan kasus Covid-19 dan penyebaran varian Omicron ini berlangsung ketika persentase penduduk yang divaksinasi di Inggris sudah cukup tinggi.
Menurut ahli, seharusnya jumlah vaksinasi di Inggris cukup bisa meredam laju penularan Covid-19.
Dilansir dari The Guardian, tercatat masyarakat yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama sebanyak 76,6 persen, sedangkan yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 69,9 persen, dan yang telah mendapatkan suntikan booster vaksin ketiga adalah sebanyak 38,2 persen.
-
FOTO04/05/2026 08:19 WIBFOTO: Kepala BNN Main Padel Bareng Raffi Ahmad
-
JABODETABEK04/05/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Diguyur Hujan Senin 4 Mei 2026
-
OASE04/05/2026 05:00 WIBNabi Muhammad Sebut Yaman Negeri Penuh Iman
-
POLITIK04/05/2026 07:00 WIBGus Ipul: Saya Bukan Potongan Ketum PBNU
-
JABODETABEK04/05/2026 06:30 WIBJangan Telat! SIM Keliling Jakarta Hanya Sampai Jam 2 Siang
-
NUSANTARA04/05/2026 08:30 WIBPendiri Ponpes di Pati Resmi Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati
-
NASIONAL04/05/2026 14:00 WIBDKPP Bagi-Bagi Rp45 Juta Lewat Lomba Jurnalistik dan Video Terbaru
-
DUNIA04/05/2026 08:30 WIBIran Beri Waktu 30 Hari Buat AS Buka Selat Hormuz atau Perang Lanjut

















