DUNIA
PM Inggris: Penguatan Keamanan Arktik Prioritas Pemerintah Inggris
AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membahas perlunya penguatan keamanan di kawasan Arktik bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam pembicaraan tersebut, Starmer menegaskan bahwa isu keamanan Arktik menjadi prioritas utama bagi pemerintah Inggris.Hal itu disampaikan Kantor Perdana Menteri Inggris dalam pernyataan resmi pada Sabtu (24/1/2026).
“Kedua pemimpin juga membahas perlunya penguatan keamanan di Arktik, dan Perdana Menteri menegaskan bahwa hal itu merupakan prioritas mutlak bagi pemerintahannya,” dalam pernyataan tersebut.
Sebelumnya, pada Kamis, Kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan bahwa dalam pembicaraannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Starmer juga menegaskan kesiapan Inggris untuk memainkan peran penuh dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Arktik, termasuk wilayah Greenland.
Greenland diketahui merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Namun, Presiden AS Donald Trump dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya menguasai pulau tersebut dengan alasan letaknya yang strategis bagi kepentingan keamanan nasional AS.
Menanggapi pernyataan itu, Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan upaya pengambilalihan wilayah tersebut. Keduanya menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Greenland.
-
NASIONAL11/09/2026 16:00 WIBSAR Perluas Area Pencarian hingga 3.243 Mil Laut Persegi
-
DUNIA11/09/2026 15:00 WIBDrone Rusia Serang Mal Saat Dipenuhi Warga
-
NUSANTARA11/09/2026 15:30 WIBSantriwati Sleman Diduga Diperkosa Pengurus Ponpes
-
NASIONAL11/09/2026 19:00 WIBKPP DEM: Jangan Lelah Cari 5 Jurnalis yang Hilang
-
NUSANTARA11/09/2026 14:30 WIBKebakaran Kembali Hantam Bromo
-
DUNIA11/09/2026 18:00 WIBHubungan Aljazair-UEA Resmi Putus
-
NASIONAL11/09/2026 20:00 WIBKemenHAM: Pembunuhan ASN Langgar Prinsip HAM
-
NASIONAL11/09/2026 17:00 WIBGus Alex Minta Jokowi Dihadirkan, KPK: Lihat Perkembangan

















