Berita
Mulai 6 Oktober, Singapura Pangkas Masa Karantina Pendatang
Pemerintah Singapura memutuskan akan memberi izin bagi para penumpang pesawat buat singgah ke negara itu berdasarkan jejak perjalanan mereka selama 14 hari sebelum keberangkatan, dari ketetapan sebelumnya yakni 21 hari. Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura, aturan itu bakal berlaku mulai 6 Oktober mendatang. Di dalam aturan baru tentang pengetatan perbatasan, jika seorang penumpang pernah berada […]
Pemerintah Singapura memutuskan akan memberi izin bagi para penumpang pesawat buat singgah ke negara itu berdasarkan jejak perjalanan mereka selama 14 hari sebelum keberangkatan, dari ketetapan sebelumnya yakni 21 hari.
Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura, aturan itu bakal berlaku mulai 6 Oktober mendatang.
Di dalam aturan baru tentang pengetatan perbatasan, jika seorang penumpang pernah berada di Indonesia selama 14 hari hingga sebelum keberangkatan diizinkan singgah ke negara itu.
Selain itu, pemerintah Singapura juga memangkas masa karantina Covid-19 bagi para pendatang dari 14 hari menjadi 10 hari berdasarkan masa inkubasi virus corona varian Delta yang lebih pendek.
Menurut keterangan yang disampaikan Kementerian Kesehatan Singapura, langkah itu diambil buat menekan tingkat penularan dan kematian karena mereka mulai membuka kegiatan perekonomian dan sosial masyarakat.
Singapura kembali memecahkan rekor kasus positif Covid-19 baru. Kasus infeksi virus corona baru di Singapura pada Jumat (1/10) mencapai 2.909. Tertinggi selama pandemi Covid-19 berlangsung sejak akhir 2019 lalu.
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyatakan saat ini terdapat 1.356 orang yang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19. Sebanyak 22 lainnya memerlukan suplementasi oksigen dan 34 kasus dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU).
Dari 2.909 kasus, 2.079 berasal dari infeksi komunitas. Sebanyak 818 berasal dari asrama dan 12 kasus lainnya berasal dari luar negeri.
Pemerintah Singapura menyatakan meskipun jumlah kasus infeksi Covid-19 terus meningkat, tetapi persentasenya menunjukkan tanda-tanda penurunan. Apalagi menurut mereka sebagian besar kasus infeksi tidak menampakkan gejala atau memperlihatkan gejala ringan, sehingga pasien disarankan melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.
-
NASIONAL25/09/2026 09:00 WIBBengkulu Darurat Sampah! Srikandi NasDem Semprot Dirjen Cipta Karya KemenPU
-
DUNIA25/09/2026 08:00 WIBPresiden Iran Tantang AS di Sidang PBB
-
NUSANTARA25/09/2026 08:30 WIBGempar Penemuan Jenazah di Mukomuko, Polisi Minta Warga Tahan Diri Soal Isu Jurnalis
-
EKBIS25/09/2026 09:30 WIBIHSG Hijau di Awal Dagang
-
NASIONAL25/09/2026 06:00 WIBMori Hanafi Desak Anggaran Transmigrasi Dirombak
-
POLITIK25/09/2026 07:00 WIBDeddy: Pileg Jadi ‘Tiket’ Pilpres Sudah Tak Relevan
-
JABODETABEK25/09/2026 07:30 WIBRemaja Bogor Tega Habisi Ayahnya Sendiri
-
OTOTEK25/09/2026 13:30 WIBBegini Cara Pakai 1 Nomor WhatsApp di 2 HP Sekaligus Tanpa Logout