DUNIA
Trump Ancam Batalkan Pertemuan dengan Putin
Pertemuan dikeduanya dilangsungkan pada acara G20 di Brasil
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pernah mengejek mantan presiden Barack Obama saat menghadapi agresi Rusia di Ukraina pada 2014. Namun, empat tahun kemudian, Trump menghadapi dilema yang sama.
setelah kapal Rusia pada Ahad (25/11), sebelum akhirnya berkomentar mengenai insiden itu. Di hadapan wartawan, Trump mengaku tidak senang dengan kejadian itu dan menurutnya kesalahan mungkin ada di kedua sisi.
Dalam wawancara dengan The Washington Post pada Selasa (27/11), Trump mengatakan ia mungkin akan membatalkan pertemuan dengan Putin. Namun semua itu tergantung pada hasil laporan lengkap tentang bentrokan tersebut.
“Itu akan sangat menentukan. Mungkin saya tidak akan mengadakan pertemuan. Mungkin saya bahkan tidak akan mengadakan pertemuan. Saya tidak suka agresi itu. Saya sama sekali tidak menginginkan agresi itu,” ujar Trump, dikutip CNN.
Pengamat Rusia dan bahkan televisi Pemerintah Rusia telah menarik pesan lain dari pernyataan Trump. Mereka menyatakan Trump telah menunjukkan kelemahan dan hal itu akan semakin memudahkan pertemuan mereka di Argentina dan membesarkan hati Putin di panggung global.
“Sikap diam Presiden (Trump) menjelang pertemuan dengan Putin salah arah. Apa yang Trump lakukan sekarang dengan tetap diam adalah bukti bahwa dia sebenarnya presiden yang lemah, yang, dari perspektif Rusia, adalah hal baik yang dapat mereka harapkan,” kata Alina Polyakova, pengamat Rusia di Brookings Institution.
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, John Bolton, mengatakan pada Selasa (27/11) bahwa jika kedua pemimpin itu bertemu, Trump akan membahas masalah keamanan, pengawasan senjata, dan masalah regional lainnya dengan Putin. “Saya pikir ini akan menjadi kelanjutan dari diskusi mereka di Helsinki, Finlandia, pada Juli,” kata Bolton.
Saat ditanya apakah ketegangan dengan Ukraina akan dibahas oleh keduanya, Bolton menepis dan menegaskan Gedung Putih telah mendukung pernyataan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, di Dewan Keamanan PBB. Sehari setelah bentrokan, Haley mengatakan aksi Rusia terhadap kapal Ukraina telah melanggar hukum dan menimbulkan eskalasi yang sembrono.
Seorang pejabat senior Pemerintah AS mengatakan kepada CNN, Presiden Trump tidak ingin mengatakan apa-apa tentang Ukraina sebelum bertemu dengan Putin. Hal itu karena dia ingin merusak pertemuannya dengan pemimpin Rusia itu.
Menurut mantan duta besar AS untuk Ukraina, Stevel Pifer, sikap diam Trump dapat menempatkan Trump pada posisi yang kurang menguntungkan dalam pertemuannya dengan Putin. “Rusia adalah yang pertama dan paling menguji Ukraina, tetapi mereka juga menguji tanggapan barat,” kata Pifer.
“Respons lemah Trump kemarin akan menentukan bagaimana Putin datang ke pertemuan itu, Putin akan berjalan dengan percaya diri bahwa dia bisa memanipulasi dan memainkan Presiden (Trump),” ungkap Pifer.
Masih belum jelas apa yang dibahas Putin dan Trump dalam pertemuan pribadi mereka di Helsinki. Namun rasa hormat Trump kepada Putin dan penolakannya untuk mengkritik Putin tidak menunjukkan bahwa dia ada dalam posisi yang kuat.
-
NASIONAL09/03/2026 13:00 WIBJK: Perdamaian Harus Dimulai dari Pengakuan Palestina
-
OLAHRAGA09/03/2026 17:00 WIBBupati Mimika Optimistis Persemi Juara Liga 4 Papua Tengah
-
DUNIA09/03/2026 12:00 WIBIran Pilih Mojtaba Khamenei, Barat Khawatir Arah Politik Baru
-
NASIONAL09/03/2026 12:15 WIBKejagung Geledah Ombudsman RI Terkait Perintangan Penyidikan Kasus Migor
-
NASIONAL09/03/2026 20:41 WIBAnggota DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Koperasi BLN
-
NASIONAL09/03/2026 21:14 WIBKomisi III DPR Desak Polisi Cekal Ketua Koperasi BLN
-
NASIONAL10/03/2026 00:01 WIBPolisi Selidiki Kasus Investasi BLN, Kuasa Hukum Korban Ungkap Skemanya
-
EKBIS09/03/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Ambles Rp55 Ribu

















