DUNIA
Kekacauan di Tripoli: Bentrokan Senjata Hebat Pecah Pasca-Kematian Pemimpin Milisi Libya
AKTUALITAS. ID – Situasi keamanan di ibu kota Libya, Tripoli, kembali mencekam pasca-tewasnya pemimpin milisi berpengaruh Stability Support Authority (SSA), Abdel Ghani al-Kikli. Baku tembak sengit antar kelompok bersenjata dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah padat penduduk, memaksa pihak berwenang memberlakukan situasi darurat.
Menurut laporan Al Jazeera, ketegangan mulai meningkat pada Senin (12/5/2025) malam waktu setempat. Warga Tripoli dikejutkan oleh suara tembakan dan ledakan hebat yang menggema di berbagai lingkungan kota. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, “Saya mendengar suara tembakan hebat, dan saya melihat cahaya merah di langit.” Warga lainnya melaporkan suara tembakan yang saling bersahutan di kawasan Abu Salim dan Salah Eddin.
Reporter Al Jazeera dari Misrata, Malik Traina, melaporkan setidaknya enam orang telah terluka dalam bentrokan tersebut. Ia juga menyampaikan kemarahan warga sipil yang selalu menjadi korban setiap kali terjadi perselisihan antar kelompok bersenjata. “Masyarakat marah karena setiap kali kelompok bersenjata ini bentrok, warga sipil yang menjadi korban,” ujarnya. Traina menambahkan, “Ketika kelompok-kelompok ini berkelahi dan orang-orang terbunuh, tidak ada yang bertanggung jawab. Warga setempat menginginkan keadilan dan berharap pihak berwenang meminta pertanggungjawaban mereka yang berada di balik kekerasan tersebut.”
Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) keprihatinannya yang mendalam atas eskalasi situasi keamanan di Tripoli. Mereka mencatat terjadinya pertempuran sengit dengan penggunaan persenjataan berat di wilayah sipil yang padat penduduk. “UNSMIL menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran dan memulihkan ketenangan, serta mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka untuk melindungi warga sipil setiap saat,” tegas UNSMIL dalam keterangannya.
Sebagai respons terhadap situasi yang memburuk, Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) Libya mengimbau seluruh warga untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari pergerakan yang tidak perlu. Sementara itu, Kementerian Pendidikan setempat mengambil langkah drastis dengan menghentikan seluruh kegiatan belajar-mengajar di Tripoli pada Selasa (13/5/205) demi keselamatan para siswa dan tenaga pendidik. Meningkatnya kekerasan di Tripoli ini semakin memperburuk kondisi Libya yang telah lama dilanda konflik internal dan ketidakstabilan politik. Tewasnya al-Kikli, seorang tokoh kunci dalam lanskap milisi Tripoli, diprediksi akan semakin memperdalam persaingan dan potensi bentrokan antar kelompok bersenjata di ibu kota negara tersebut. (Mun)
-
POLITIK03/04/2026 14:30 WIBLakukan Kekerasan Kepada Istri dan Anak, Kader Demokrat Dilaporkan
-
RIAU03/04/2026 13:15 WIBHadapi Super El Nino 2026, Kapolda Riau Susun Langkah Pencegahan Dini
-
NASIONAL03/04/2026 13:30 WIBPanglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia
-
NASIONAL03/04/2026 12:00 WIBKomnas HAM: Buka Identitas Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Publik
-
NUSANTARA03/04/2026 10:30 WIBKabupaten Grobogan Banjir, 12 Desa Tergenang
-
JABODETABEK03/04/2026 09:00 WIBAngkut Sampah Pasar Induk Kramat Jati, 40 Truk Disiapkan
-
NASIONAL03/04/2026 17:00 WIBEddy Soeparno: Indonesia Harus Lepas Ketergantungan Energi Fosil
-
RAGAM03/04/2026 09:30 WIBFilm “Songko” Legenda Lokal Masyarakat Minahasa