Connect with us

DUNIA

Kekerasan di Gaza Terus Meningkat, Gencatan Senjata Gagal

Aktualitas.id -

Warga Gaza melintas di antara reruntuhan bangunan yang terkena serangan Israel. ( Mustafa Hassona - Anadolu Agency )

AKTUALITAS.ID – Gencatan senjata yang diklaim mulai berlaku di Jalur Gaza ternyata hanya omong kosong. Meski ada kesepakatan, serangan militer Israel tetap berlanjut, menewaskan puluhan warga Palestina dan melukai banyak lainnya.

Dua warga Palestina syahid pada Sabtu (29/11/2025) akibat tembakan tentara Israel di wilayah Garis Kuning. Sementara Israel mengklaim menewaskan empat orang yang disebutnya “militan” dan menangkap dua lainnya di Rafah, Gaza Selatan.

Rumah Sakit Al-Aqsa mengonfirmasi satu warga meninggal akibat pemboman di kamp Maghazi, dan Rumah Sakit Nasser melaporkan seorang syahid dan satu lainnya luka-luka di Bani Suheila, Khan Yunis. Serangan udara Brigade Nahal juga menewaskan empat warga di Rafah.

Warga Palestina menegaskan, sejak gencatan senjata dimulai, Israel telah melanggar perjanjian lebih dari 500 kali, menewaskan lebih dari 342 warga sipil, termasuk 67 anak-anak. Salah satu penyintas, Faiq Ajour, menyebut situasi Gaza sebagai mimpi buruk: “Kehidupan berubah seperti perang lagi.”

Faiq, 29 tahun, kehilangan 30 anggota keluarga pada Februari 2024 akibat serangan Israel. Ia dan keluarganya kini terus berjuang mencari keamanan yang hampir tidak ada di Gaza.

Sementara itu, rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump menyerukan pembentukan pemerintahan teknokratis transisi di Gaza, namun belum jelas kapan stabilitas dan rekonstruksi bisa terwujud. Penolakan Israel dan AS terhadap peran Hamas, ditambah kehancuran parah di Gaza, membuat pemulihan wilayah ini diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun.

Situasi ini menegaskan bahwa gencatan senjata di Gaza tidak menjamin keamanan warga, dan serangan militer tetap mengintai, menimbulkan ketidakpastian dan penderitaan yang terus berlanjut bagi penduduk Palestina.

Dengan kondisi ini, perhatian internasional tetap dibutuhkan untuk memastikan perlindungan warga sipil dan pemulihan hak dasar di Jalur Gaza. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version