Connect with us

DUNIA

Vietnam Naik Kelas! Warga Gaji Rp1,8 Juta Kini Dianggap Miskin Mulai 2027

Aktualitas.id -

Bendera Vietnam, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Vietnam resmi menaikkan standar kemiskinan nasional untuk periode 2027 – 2030, dengan menaikkan ambang batas pendapatan masyarakat. Di bawah standar terbaru ini, warga dengan penghasilan 2.800.000 dong Vietnam (VND) atau setara Rp 1,8 juta per bulan kini dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Dekrit No. 351/2025/ND-CP yang diterbitkan pemerintah Vietnam pada akhir 2025. Aturan ini menetapkan standar kemiskinan multidimensi nasional untuk periode 2026–2030, sebagaimana dilaporkan media lokal Vietnam, Nhan Dan dan Vietnam.vn, Selasa (20/1/2026).

Meski demikian, pemerintah Vietnam menyatakan bahwa standar kemiskinan lama periode 2022–2025 masih akan berlaku hingga 31 Desember 2026. Standar kemiskinan terbaru baru akan diberlakukan secara penuh mulai 2027.

Dalam kebijakan baru tersebut, pemerintah Vietnam membedakan standar kemiskinan berdasarkan wilayah pedesaan dan perkotaan.

Untuk wilayah pedesaan, warga dengan pendapatan 2.200.000 VND atau sekitar Rp 1,4 juta per bulan dikategorikan sebagai miskin.
Sementara di wilayah perkotaan, batas kemiskinan ditetapkan lebih tinggi, yakni 2.800.000 VND atau setara Rp 1,8 juta per bulan.

Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan standar sebelumnya. Pada periode 2022–2025, penduduk pedesaan dengan penghasilan 1.500.000 VND (sekitar Rp 968 ribu) dan penduduk perkotaan dengan 2.000.000 VND (sekitar Rp 1,2 juta) masih dikategorikan miskin.

Tak hanya berbasis pendapatan, standar kemiskinan terbaru Vietnam juga menggunakan pendekatan multidimensi, dengan mempertimbangkan akses rumah tangga terhadap layanan sosial dasar.

Layanan sosial dasar yang menjadi indikator meliputi lapangan kerja, kesehatan, pendidikan, perumahan, air bersih dan sanitasi, serta akses informasi. Secara keseluruhan, terdapat 12 indikator untuk mengukur kekurangan layanan sosial dasar, termasuk gizi, asuransi kesehatan, kualitas dan luas hunian, kehadiran anak di sekolah, hingga akses telekomunikasi.

Dalam dekrit tersebut dijelaskan bahwa rumah tangga miskin di pedesaan adalah rumah tangga dengan pendapatan per kapita 2.200.000 VND per bulan atau kurang, serta mengalami kekurangan pada tiga indikator layanan sosial dasar atau lebih.
Sedangkan kategori hampir miskin di pedesaan ditetapkan bagi rumah tangga yang mengalami kekurangan di bawah tiga indikator.

Kriteria serupa juga diterapkan di wilayah perkotaan. Rumah tangga miskin di perkotaan ditetapkan memiliki pendapatan 2.800.000 VND per bulan atau kurang, disertai kekurangan minimal tiga indikator layanan sosial dasar. Sementara kategori hampir miskin ditetapkan bagi rumah tangga dengan kekurangan indikator di bawah ambang tersebut.

Menurut Vietnam.vn, penetapan standar kemiskinan terbaru ini akan menjadi acuan utama pemerintah Vietnam dalam memantau tingkat kesejahteraan masyarakat, sekaligus dasar dalam penentuan sasaran program pengentasan kemiskinan, jaminan sosial, serta perencanaan kebijakan sosial dan ekonomi nasional. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version