DUNIA
Media Israel: AS Siap Gempur Iran dalam Hitungan Jam
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah media Israel melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam hitungan jam atau hari. Israel disebut tengah bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Teheran dan akan merespons dengan kekuatan penuh.
Surat kabar Israel Maariv menulis bahwa peluang serangan AS terhadap Iran sangat besar dalam waktu dekat.
“Jika Amerika Serikat tidak menyerang Iran antara waktu penulisan dan publikasi tulisan ini, kemungkinan besar hal itu akan terjadi dalam jangka waktu beberapa jam hingga beberapa hari,” tulis Maariv, Jumat (30/1/2025) pagi waktu setempat.
Maariv juga mencatat bahwa Angkatan Udara Israel telah disiagakan untuk menghadapi berbagai skenario, baik dalam konteks pertahanan maupun serangan. Meski di permukaan Israel tampak berusaha menjauh dari konfrontasi langsung, Tel Aviv disebut siap memberikan respons militer besar-besaran terhadap Iran maupun kelompok sekutunya di kawasan.
Media tersebut menyoroti kunjungan Kepala Intelijen Militer Israel, Jenderal Shlomi Bender, ke Washington pada pekan ini. Dalam kunjungan tersebut, Bender dilaporkan menyampaikan informasi strategis kepada pejabat Amerika Serikat. Hal ini diperkuat dengan pertemuan antara Laksamana Brad Cooper, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), dengan pejabat senior militer Israel, termasuk Kepala Staf Eyal Zamir dan Komandan Angkatan Udara Mayor Jenderal Tomer Bar.
Sementara itu, Otoritas Penyiaran Israel melaporkan bahwa sistem keamanan nasional Israel kini berada dalam status kesiapsiagaan tinggi. Israel disebut berhati-hati agar tidak mengambil langkah yang keliru, mengingat eskalasi konflik sangat bergantung pada satu keputusan krusial dari Presiden AS Donald Trump.
Media tersebut juga mengungkap adanya pertemuan khusus yang digelar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait persiapan kemungkinan serangan Amerika terhadap Iran. Sumber Israel menyebutkan adanya koordinasi erat antara militer AS dan Israel.
Presiden Donald Trump sendiri mengakui bahwa AS telah mengirim kapal-kapal perang besar dan kuat ke kawasan sekitar Iran. Meski demikian, ia menyatakan masih berharap tidak perlu menggunakan kekuatan militer tersebut.
“Saya membangun militer pada masa jabatan pertama saya, dan sekarang kami memiliki sekelompok kapal perang yang menuju ke suatu tempat bernama Iran, dan saya harap kami tidak perlu menggunakan mereka,” ujar Trump kepada wartawan, Kamis, saat menghadiri pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya, Melania.
Di sisi lain, Al Jazeera melaporkan bahwa sumber-sumber diplomatik mengungkapkan adanya daftar tuntutan Presiden Trump kepada Iran sebagai syarat untuk menghindari aksi militer. Sejumlah negara Muslim dan Teluk disebut tengah melakukan diplomasi intensif guna mencegah pecahnya perang berskala penuh.
Menurut laporan Financial Times, pemerintahan Trump menekan Teheran agar menerima tiga syarat utama. Pertama, penghentian permanen pengayaan uranium. Kedua, pembatasan ketat terhadap program rudal balistik Iran. Ketiga, penghentian dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Iran masih memiliki “semua opsi” untuk mencapai kesepakatan, sembari menekankan bahwa Pentagon siap melaksanakan kebijakan yang diputuskan presiden.
Seiring meningkatnya ketegangan militer, negara-negara seperti Qatar, Oman, Uni Emirat Arab, dan Turki berupaya menjadi mediator. CBS News melaporkan bahwa upaya menggelar perundingan langsung antara AS dan Iran sejauh ini belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Turki bahkan dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, di tengah usulan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menggelar KTT virtual antara Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Situasi ini menempatkan Timur Tengah pada titik rawan, dengan dunia internasional menanti keputusan Washington yang berpotensi menentukan arah konflik regional dalam waktu dekat. (Mun)
-
NASIONAL30/01/2026 23:00 WIBVonis Berbeda untuk 25 Terdakwa Kasus Demo Agustus
-
JABODETABEK31/01/2026 07:30 WIBDaftar 29 RT yang Masih Terendam di Jakarta per 31 Januari 2026
-
JABODETABEK31/01/2026 05:30 WIBBMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Sabtu 31 Januari
-
DUNIA31/01/2026 08:00 WIBAncam Gempur Habis-habisan, Trump Beri 2 Ultimatum Keras ke Iran
-
POLITIK31/01/2026 14:47 WIBPartai Gema Bangsa: Ambang Batas Tinggi Hilangkan Keterwakilan Suara Pemilih
-
NUSANTARA31/01/2026 06:30 WIBPolres Boyolali Tangkap Perampok Sadis yang Tewaskan Bocah 6 Tahun dalam Kurang dari 24 Jam
-
POLITIK31/01/2026 07:00 WIBJokowi: Prabowo-Gibran Akan Terus Mendukung Dua Periode
-
EKBIS31/01/2026 10:30 WIBPertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Ini Daftar Harga Terbaru

















