Connect with us

DUNIA

Gencatan Senjata Terancam! Netanyahu Lapor Trump Siapkan Operasi Militer Baru di Gaza

Aktualitas.id -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Dok: aktualitas.id - ia

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan akan menyampaikan rencana serangan besar-besaran ke Jalur Gaza kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan mereka di Washington, Rabu waktu setempat. Langkah tersebut disebut terkait kegagalan fase kedua gencatan senjata Gaza.

Mengutip laporan The Times of Israel, sumber yang mengetahui rincian kunjungan Netanyahu menyebutkan bahwa Israel menilai implementasi fase lanjutan gencatan senjata “tidak berjalan lancar”, terutama karena Hamas belum bersedia melucuti senjata.

Gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat pada Oktober lalu mencakup demiliterisasi Gaza, pelucutan senjata Hamas, serta penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut. Namun, Israel dan AS menilai pelucutan senjata Hamas sebagai syarat yang tidak dapat ditawar.

Sumber tersebut menyebutkan, Israel telah memberi tahu Washington bahwa operasi militer tambahan diperlukan untuk mewujudkan visi keamanan Gaza yang diinginkan pemerintahan Trump.

Sentimen tersebut juga tercermin di tubuh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Media Israel melaporkan bahwa militer tengah menyusun rencana serangan baru untuk melucuti senjata Hamas secara paksa, empat bulan setelah gencatan senjata diberlakukan.

Komando Selatan IDF dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario operasi militer, termasuk kemungkinan perluasan wilayah operasi ke daerah yang sebelumnya belum dimasuki pasukan darat Israel, seperti Deir al-Balah di Gaza tengah dan wilayah Mawasi di selatan.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Katz sebelumnya menegaskan bahwa Israel “bertekad” untuk melucuti senjata Hamas. Ia bahkan mengancam akan “membubarkan” kelompok tersebut jika tidak mematuhi kerangka kesepakatan.

“Jika Hamas tidak melucuti senjatanya sesuai kesepakatan, kami akan menghancurkan seluruh kemampuannya,” ujar Katz.

Meski demikian, rencana serangan besar-besaran ini dinilai masih bergantung pada sikap pemerintahan Trump, yang menjadikan gencatan senjata Gaza sebagai bagian penting dari inisiatif perdamaian regionalnya. Kembalinya pertempuran skala besar dikhawatirkan dapat menggagalkan agenda tersebut.

Sejak gencatan senjata Oktober 2025, Israel dilaporkan tetap melakukan ratusan serangan ke Gaza. Laporan terbaru menyebutkan korban jiwa kembali berjatuhan akibat serangan drone dan artileri Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza.

Situasi ini menandai potensi eskalasi konflik besar di Gaza, di tengah ketidakpastian masa depan gencatan senjata dan tekanan diplomatik internasional. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version