Connect with us

DUNIA

AS Siapkan Kapal Induk Kedua ke Timteng Saat Negosiasi Nuklir dengan Iran Berlanjut

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Donald Trump dan Iran terus meningkat di tengah negosiasi nuklir yang masih berjalan. Amerika Serikat dilaporkan mempersiapkan pengerahan kapal induk kedua ke wilayah Timur Tengah sebagai bagian dari tekanan militer terhadap Teheran, meski pembicaraan diplomatik masih berlangsung.

Menurut laporan media internasional, kapal induk terbaru AS, USS Gerald R. Ford, bersama dengan kapal pendampingnya akan berlayar menuju kawasan Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militer setelah kapal induk pertama, USS Abraham Lincoln, sudah berada di perairan tersebut.

Pengerahan kapal induk tambahan ini muncul di tengah negosiasi nuklir AS–Iran yang masih berlangsung, namun sejauh ini belum mencapai titik terang. Trump disebut terus menekan Iran agar mencapai kesepakatan, sambil memperingatkan kemungkinan tindakan tegas jika pembicaraan gagal. Beberapa laporan menyebut langkah militer ini sebagai bagian dari strategi tekanan agar Iran bersedia berkompromi dalam pembahasan program nuklirnya.

Kapal induk Gerald R. Ford sebelumnya beroperasi di kawasan Karibia sebelum diarahkan ke Timur Tengah sebagai respons terhadap ketegangan yang meningkat. Ini menandai satu dari langkah AS untuk menunjukkan kesiapan militer bila negosiasi nuklir tidak membuahkan hasil dalam waktu dekat.

Sementara itu, diplomasi masih terus dijalankan. Kedua pihak, Amerika Serikat dan Iran, berupaya mencari kompromi dalam pertemuan-pertemuan tidak langsung yang dimediasi oleh pihak ketiga. Namun, kekhawatiran atas potensi konflik militer tetap tinggi mengingat pengerahan kekuatan militer AS yang semakin diperkuat di kawasan.

Perkembangan ini menjadi sorotan internasional karena implikasinya terhadap stabilitas regional di Timur Tengah dan proses diplomasi nuklir yang krusial untuk keamanan global. Kalangan pengamat menilai keseimbangan antara diplomasi dan ancaman militer akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah hubungan antara kedua negara dalam beberapa pekan mendatang. (Mun)

TRENDING