Connect with us

DUNIA

AS Tambah Kekuatan Militer di Tengah Ancaman ke Iran

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah sedikitnya 12 jet tempur F-22 milik Amerika Serikat mendarat di pangkalan udara Israel pada Selasa (24/2/2026).

Menurut laporan penyiar publik Israel, KAN, pengerahan tersebut merupakan bagian dari penempatan militer AS di kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran.

Jet tempur F-22 Raptor dikenal sebagai salah satu pesawat tempur paling canggih di dunia dan hanya dioperasikan oleh AS. Pesawat ini dirancang untuk menembus wilayah pertahanan musuh, melumpuhkan sistem radar, serta menghancurkan instalasi pertahanan udara.

“Dua belas jet tempur F-22 mendarat sore ini di salah satu pangkalan Angkatan Udara Israel di wilayah selatan negara itu, sebagai bagian dari penempatan militer AS di Timur Tengah,” demikian laporan KAN yang dikutip Anadolu Agency.

Selain pengerahan jet tempur, AS juga mengirim kapal induk terbesar mereka, USS Gerald R. Ford, ke kawasan Timur Tengah. Kapal tersebut dilaporkan tiba pada Selasa dan sempat merapat di Pangkalan Angkatan Laut AS Souda Bay, Yunani, untuk mengisi logistik sebelum melanjutkan pelayaran.

Sebelumnya, kapal induk itu terpantau melintasi Selat Gibraltar menuju Laut Mediterania bersama kapal perusak USS Mahan dalam satuan tempurnya.

Kehadiran USS Gerald R. Ford menambah daftar kekuatan militer AS di kawasan, setelah sebelumnya kapal induk USS Abraham Lincoln lebih dulu ditempatkan di Timur Tengah pada Januari.

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Washington akan mempertimbangkan opsi militer apabila perundingan terkait program nuklir Iran gagal mencapai kesepakatan.

Langkah pengerahan jet tempur F-22 dan kapal induk ini dinilai sejumlah pengamat sebagai sinyal kuat peningkatan kesiapsiagaan militer AS. Situasi tersebut memicu kekhawatiran global akan potensi konflik terbuka di kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik panas geopolitik dunia.

Dengan meningkatnya aktivitas militer di Teluk Persia dan sekitarnya, dunia kini menanti apakah jalur diplomasi masih mampu meredam ketegangan antara AS dan Iran. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version