Connect with us

DUNIA

Yordania Kecam Penutupan Masjid Al Aqsa

Aktualitas.id -

Yordania Kecam Penutupan Masjid Al Aqsa, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Langkah Israel menutup akses ibadah di Masjid Al Aqsa menuai kecaman dari berbagai pihak. Pangeran Hassan bin Talal dari Yordania menyebut kebijakan tersebut sebagai sinyal berbahaya yang dapat memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan radio Hayat FM, Hassan menilai penutupan Al Aqsa kembali menempatkan isu Palestina sebagai perhatian utama publik dunia Arab di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.

Menurutnya, kawasan Timur Tengah saat ini mengalami perubahan cepat yang menuntut peninjauan ulang sikap negara-negara di kawasan terhadap konflik yang berlangsung.

Ia juga menyoroti adanya kecenderungan sejumlah negara Teluk yang ingin memisahkan konflik Palestina dari ketegangan yang lebih luas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Hassan menggambarkan kawasan Levant sebagai “tempat lahir tragedi” dan menilai aspek kemanusiaan dalam konflik Palestina semakin terabaikan, meski terdapat perkembangan dalam hukum internasional.

Ia turut menyinggung peran Mahkamah Internasional yang dinilai memperkuat posisi Palestina secara hukum di tingkat global.

Selain itu, Hassan memperingatkan bahwa perluasan pemukiman Israel di Gaza dan Tepi Barat dapat mengancam stabilitas kawasan serta keberlangsungan identitas Arab dan Islam.

Penutupan Masjid Al Aqsa sendiri dilakukan oleh otoritas Israel selama tiga hari berturut-turut dengan alasan keamanan, menyusul meningkatnya konflik regional sejak akhir Februari.

Akibat kebijakan tersebut, warga Palestina tidak dapat memasuki kompleks masjid untuk beribadah. Akses menuju kawasan juga dibatasi secara ketat, bahkan sebagian wilayah Kota Tua Yerusalem dilaporkan menjadi area militer tertutup.

Sejumlah saksi menyebut jemaah yang mencoba mendekati gerbang masjid diminta kembali oleh aparat, mempertegas pembatasan aktivitas keagamaan di lokasi tersebut.

Situasi ini kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, sekaligus memicu kekhawatiran akan dampak lebih luas terhadap stabilitas regional dan hubungan antarnegara. (Mun)

TRENDING