Connect with us

DUNIA

Kuba Bersumpah Lawan AS Jika Diserang

Aktualitas.id -

Kuba Bersumpah Lawan AS Jika Diserang, ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID Ketegangan antara Kuba dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut kemungkinan akan “mengambil alih” negara tersebut.

Menanggapi hal itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi segala bentuk agresi dari pihak luar.

Dalam pernyataannya, Díaz-Canel menegaskan bahwa setiap bentuk intervensi akan mendapat perlawanan keras dari rakyat Kuba. Sikap ini menegaskan komitmen Havana untuk mempertahankan kedaulatan nasional di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.

Pernyataan keras tersebut muncul setelah Trump melontarkan komentar kontroversial terkait kemungkinan tindakan terhadap Kuba dalam waktu dekat. Bahkan, ia sempat menyebut opsi “friendly takeover” terhadap negara Karibia itu.

Di sisi lain, tekanan terhadap Kuba juga semakin meningkat melalui kebijakan ekonomi. Pemerintah AS diketahui memperketat sanksi, termasuk pembatasan pasokan minyak yang berdampak langsung pada krisis energi di Kuba.

Situasi ini memperburuk kondisi dalam negeri Kuba yang tengah mengalami kesulitan ekonomi dan pemadaman listrik besar-besaran.

Meski berada di bawah tekanan berat, pemerintah Kuba menyatakan tetap terbuka untuk dialog dengan AS. Namun, mereka menegaskan bahwa sistem politik dan kedaulatan negara tidak akan menjadi bahan negosiasi.

“Kuba hanya meminta penghormatan terhadap kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri,” demikian pernyataan pejabat Kuba.

Ketegangan terbaru ini mengingatkan pada dinamika lama hubungan kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun, ditandai dengan embargo ekonomi, konflik ideologi, dan rivalitas geopolitik.

Dengan situasi yang terus berkembang, dunia internasional kini menyoroti arah hubungan AS-Kuba yang berpotensi memicu ketidakstabilan di kawasan Amerika Latin. (Mun)

Continue Reading

TRENDING