Connect with us

DUNIA

Macron Tolak Perang, Kapal Prancis Tembus Selat Hormuz

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menolak bergabung dalam konflik melawan Iran mendapat sorotan global, seiring keberhasilan kapal kontainer milik CMA CGM melintasi Selat Hormuz yang tengah memanas.

Sebuah kapal kontainer bernama CMA CGM Kribi dilaporkan berhasil melewati Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk. Data pelacakan menunjukkan kapal tersebut menjadi salah satu kapal milik perusahaan Barat pertama yang berhasil melintasi jalur strategis tersebut di tengah konflik.

Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, diketahui mengalami gangguan serius sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran meningkat pada akhir Februari.

Kapal tersebut dilaporkan mengaktifkan transponder di dekat lepas pantai Dubai sebelum melintasi jalur sempit tersebut, bahkan sempat mengitari Pulau Larak yang berada dekat wilayah Iran.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan penolakannya terhadap ajakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk terlibat dalam operasi militer.

Ketegangan antara kedua pemimpin pun meningkat setelah Trump secara terbuka mengkritik Macron dalam sebuah acara, menyindir sikap Prancis yang tidak memberikan dukungan militer di Timur Tengah.

Meski mengerahkan kekuatan militer untuk melindungi sekutu di kawasan Teluk, Prancis menolak ikut dalam operasi pembukaan kembali Selat Hormuz melalui jalur militer.

Prancis bersama sejumlah negara Eropa seperti Spanyol dan Italia juga membatasi penggunaan fasilitas militernya untuk mendukung operasi Amerika Serikat.

Di forum internasional, Prancis bahkan menolak resolusi penggunaan kekuatan militer di Dewan Keamanan PBB, yang berpotensi menggagalkan langkah kolektif membuka kembali jalur tersebut.

Blokade Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga energi global serta meningkatkan kekhawatiran terhadap rantai pasok pangan dunia, mengingat jalur ini juga penting bagi distribusi bahan baku pupuk.

Beberapa kapal lain, termasuk tanker gas alam cair yang terkait dengan perusahaan Jepang, juga dilaporkan berhasil melintas, meski dengan risiko tinggi.

Sementara itu, komunitas internasional kini tengah membahas opsi pembukaan koridor kemanusiaan untuk memastikan distribusi logistik tetap berjalan.

Ketegangan di Selat Hormuz menjadi ujian besar bagi stabilitas global. Di satu sisi, tekanan untuk membuka jalur vital tersebut semakin besar, namun di sisi lain, perbedaan sikap antar negara besar, termasuk antara Emmanuel Macron dan Donald Trump, menunjukkan kompleksitas geopolitik yang belum menemukan titik temu. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version