Connect with us

DUNIA

Intelijen AS Sebut Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Kritis di Qom

Aktualitas.id -

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, Foto; Ist

AKTUALITAS.ID – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di kota suci Qom. Laporan ini memicu spekulasi luas mengenai stabilitas politik dan kepemimpinan di Iran.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Times yang mengutip memo diplomatik berdasarkan intelijen Amerika Serikat. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Khamenei berada dalam kondisi tidak berdaya dan tidak mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan pemerintahan.

Namun demikian, laporan tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen oleh sumber resmi.

Menurut laporan yang sama, memo tersebut telah dibagikan kepada sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, serta menjadi salah satu dokumen pertama yang mengungkap dugaan lokasi Khamenei selama konflik berlangsung.

Sementara itu, The Jerusalem Post melaporkan bahwa kondisi kesehatan Khamenei berpotensi memperdalam ketidakpastian politik di Iran, terutama setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

Ketiadaan kemunculan publik Khamenei sejak konflik dimulai turut memicu spekulasi mengenai siapa yang sebenarnya mengendalikan pemerintahan Iran saat ini.

Meski pejabat Iran menyatakan bahwa Khamenei masih memegang kendali, sejumlah pihak menduga kekuasaan de facto berada di tangan Korps Garda Revolusi Islam.

Sejak perang berlangsung, media pemerintah Iran hanya menyiarkan dua pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei, tanpa adanya rekaman video atau audio langsung. Hal ini semakin memperkuat spekulasi terkait kondisi kesehatannya.

Selain itu, laporan juga menyebut adanya persiapan pembangunan mausoleum besar di Qom untuk Ali Khamenei dan kemungkinan anggota keluarganya. Jika benar, rencana ini berbeda dengan laporan sebelumnya yang menyebut pemakaman akan dipusatkan di Teheran.

Situasi ini menambah ketidakpastian di Iran di tengah dinamika geopolitik yang terus memanas, sekaligus memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kepemimpinan negara tersebut ke depan. (Mun)

TRENDING