DUNIA
Israel Kena Prank? Trump Mendadak Damai dan Tunduk pada 10 Tuntutan Iran
AKTUALITAS.ID – Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyepakati gencatan senjata sementara dengan Iran dilaporkan mengejutkan pihak Israel.
Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan tersebut diumumkan setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel mengenai keputusan tersebut. Namun, seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya menyebut perkembangan itu sebagai “kejutan total” bagi Tel Aviv.
Menurut laporan Al Jazeera, pejabat tersebut mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memberikan pemberitahuan secara mendadak mengenai kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Padahal, hanya beberapa jam sebelum pengumuman, Trump masih mengeluarkan ultimatum keras terhadap Iran. Bahkan, militer AS dilaporkan masih melakukan serangan terhadap fasilitas energi Iran di Pulau Kharg, sementara Israel juga disebut masih melancarkan serangan udara di sejumlah wilayah Iran.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa Israel kemungkinan akan berupaya keras memengaruhi Washington agar kembali mengambil langkah militer terhadap Iran dan membatalkan kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Sejumlah upaya diplomasi di balik layar diperkirakan akan dilakukan Israel untuk mendorong perubahan sikap Amerika Serikat.
Untuk saat ini, pemerintah Israel disebut masih mempertimbangkan posisi mereka, termasuk kemungkinan menolak kesepakatan gencatan senjata jika perjanjian antara AS dan Iran benar-benar dijalankan.
Kesepakatan gencatan senjata dicapai setelah Trump memutuskan menunda rencana serangan lanjutan Amerika Serikat ke Iran selama dua pekan.
Sebagai imbalannya, Teheran dilaporkan bersedia membuka jalur strategis perdagangan dunia di Selat Hormuz dan memulai kembali proses perundingan.
Iran menganggap kesepakatan ini sebagai kemenangan diplomatik setelah Amerika Serikat menyetujui 10 tuntutan yang diajukan Teheran sebagai syarat penghentian sementara konflik.
Di sisi lain, Trump juga mengklaim keberhasilan tersebut sebagai kemenangan bagi Amerika Serikat.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” tulis Trump melalui media sosialnya.
Trump menambahkan bahwa langkah tersebut diambil karena Amerika Serikat menilai operasi militer yang dilakukan telah mencapai dan bahkan melampaui tujuan strategisnya.
Ia juga menyebut Washington telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai dapat menjadi dasar perundingan menuju perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
Berita14/10/2026 21:00 WIBKementerian PKP dan Bappenas Sinkronkan Target Perumahan 2025–2029
-
NUSANTARA15/10/2026 07:30 WIBKabut Asap Makin Parah! Sekolah di Balikpapan Ditutup 3 Hari
-
EKBIS15/10/2026 10:30 WIBRupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18.000
-
NASIONAL15/10/2026 07:00 WIBSahroni Minta MUI Tak Ikut Campur Konser Andrea Bocelli di Borobudur
-
NASIONAL15/10/2026 10:00 WIB“Bercerai Kawin Lagi!” Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Bikin DPR Murka
-
EKBIS15/10/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Anjlok ke 5.917
-
NUSANTARA14/10/2026 22:00 WIBKapuas Perpanjang Status Karhutla Dua Pekan
-
NASIONAL15/10/2026 06:00 WIBKarhutla Makin Darurat, PKB Desak Status Bencana Nasional

















