Connect with us

DUNIA

Trump Siap Penjarakan Media yang Bocorkan Operasi Militer

Aktualitas.id -

Presiden Donald Trump, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Donald Trump mengancam akan memenjarakan jurnalis yang memberitakan detail operasi militer Amerika Serikat dalam mengevakuasi pilot di Iran. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran terhadap kebebasan pers dan transparansi informasi.

Ancaman itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin (6/4/2026), menyusul bocornya informasi terkait operasi penyelamatan pilot jet tempur AS yang ditembak jatuh di wilayah Iran pada Jumat (3/4/2026).

Sejumlah media melaporkan bahwa satu dari dua penerbang berhasil diselamatkan lebih awal oleh tim militer AS. Informasi tersebut dinilai Trump berpotensi membahayakan operasi penyelamatan pilot kedua yang saat itu masih berlangsung.

“Kami akan mendatangi perusahaan media yang merilisnya. Ini soal keamanan nasional, serahkan informasinya atau masuk penjara,” ujar Trump, seperti dikutip dari laporan Reuters.

Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan mengenai media atau jurnalis mana yang dimaksud dalam pernyataan tersebut. Sejumlah media besar seperti The New York Times, CBS News, dan Axios diketahui turut memberitakan proses penyelamatan tersebut hampir secara bersamaan.

Gedung Putih juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait identitas pihak yang menjadi sasaran ancaman.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump disebut semakin vokal mengkritik pemberitaan media, khususnya terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah.

Ketegangan ini juga tercermin dari pernyataan Ketua Federal Communications Commission, Brendan Carr, yang sebelumnya mengingatkan lembaga penyiaran untuk memperbaiki pemberitaan yang dianggap tidak akurat.

Trump bahkan menuding sebagian media memiliki kepentingan tertentu dan tidak mendukung posisi Amerika Serikat dalam konflik.

Ancaman terhadap jurnalis ini memicu perdebatan luas mengenai batas antara keamanan nasional dan kebebasan pers, serta peran media dalam melaporkan operasi militer di tengah situasi konflik internasional. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version