EKBIS
Dolar Menggila! Rupiah Ambruk ke Rp17.078
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Selasa (7/4/2026), tertekan sentimen global dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB, rupiah melemah 43 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp17.078 per dolar AS di pasar spot. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,14 persen ke level 100,12.
Mengacu data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp17.032 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.010. Secara harian, pelemahan tercatat sekitar 0,07 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.035 per dolar AS.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, baht Thailand mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,38 persen, diikuti peso Filipina yang turun 0,25 persen.
Ringgit Malaysia juga tertekan 0,24 persen, disusul won Korea Selatan yang melemah 0,17 persen dan dolar Singapura turun 0,16 persen. Yen Jepang turut tergelincir 0,13 persen, sementara dolar Taiwan melemah tipis 0,08 persen.
Di sisi lain, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Lonjakan harga minyak dunia serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi pendorong utama pelemahan rupiah.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi serangan terhadap Iran turut memperburuk sentimen pasar.
Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari dalam negeri, salah satunya defisit APBN yang melebar dan menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi.
Kurs perbankan juga menunjukkan tekanan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat kurs beli Rp16.948 dan jual Rp17.100 per dolar AS. Sementara Bank Negara Indonesia (BNI) berada di level Rp16.990 untuk beli dan Rp17.070 untuk jual.
Rentang tersebut menunjukkan rupiah masih bergerak di sekitar level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
“Investor saat ini fokus pada perkembangan geopolitik, khususnya terkait potensi gangguan di Selat Hormuz,” ujarnya.
Selain itu, kekhawatiran inflasi global akibat kenaikan harga minyak juga menjadi faktor tambahan yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dengan berbagai tekanan tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS dalam jangka pendek. Pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi di pasar keuangan global. (Firmansyah/Mun)
-
FOTO24/05/2026 06:13 WIBFOTO: Turnamen Futsal Piala Fortami Cup XI 2026
-
POLITIK24/05/2026 14:00 WIBGerindra: Prabowo Utamakan Persatuan di Atas Rivalitas Politik
-
RIAU24/05/2026 10:30 WIBTim RAGA Polda Riau Jaga Kamtibmas
-
JABODETABEK24/05/2026 13:30 WIBWanita Diikat dan Dibuang Usai Mobil Dirampas Teman Kencan
-
OASE24/05/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Fakta Mengerikan Saat Sakaratul Maut
-
JABODETABEK24/05/2026 09:30 WIBMayat Wanita di Tanah Sareal Gegerkan Warga Bogor
-
NASIONAL24/05/2026 07:00 WIBMenko AHY Desak PLN Usut Blackout Sumatra
-
NASIONAL24/05/2026 13:00 WIBDPR Desak PLN Bertanggung Jawab Usai Blackout Sumatra