Connect with us

DUNIA

Iran Ancam Hancurkan Kapal Perang AS dalam 30 Menit Jika Nekat Masuk Selat Hormuz

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menegaskan akan mencegah kapal perang melintasi Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Pemerintah Iran melalui Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan sikap tegas terhadap lalu lintas militer di Selat Hormuz. Iran menyatakan akan mencegah setiap upaya kapal perang yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Fars, Minggu (12/4/2026), IRGC menyebut pihaknya kini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz.

“Setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz akan dicegah secara tegas. Hanya kapal sipil yang diizinkan melintas dengan kondisi tertentu,” demikian pernyataan tersebut.

Iran juga membantah laporan yang menyebut adanya kapal perang Amerika Serikat yang telah melintasi wilayah tersebut.

Sebelumnya, laporan menyebut Angkatan Bersenjata Iran memantau pergerakan kapal perusak Angkatan Laut AS yang berlayar dari pelabuhan Fujairah menuju Selat Hormuz. Informasi terkait aktivitas kapal tersebut bahkan disampaikan kepada pihak Amerika Serikat melalui perantara Pakistan.

Menurut laporan tersebut, Iran telah mengeluarkan peringatan keras kepada kapal tersebut. Bahkan disebutkan kapal itu bisa menjadi target serangan dalam waktu 30 menit jika tetap melanjutkan perjalanan.

Peringatan tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi jalannya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang tengah berlangsung.

Diketahui, kedua negara memulai pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran pada 8 April lalu.

Hingga saat ini, pembicaraan antara kedua pihak dilaporkan telah berlangsung lebih dari delapan jam dan memasuki putaran ketiga.

Selat Hormuz menjadi salah satu isu utama yang diperdebatkan dalam negosiasi tersebut. Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik paling strategis dalam distribusi energi global, karena menjadi jalur utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Delegasi Iran dalam perundingan tersebut dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian.

Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff serta Jared Kushner.

Pernyataan Iran ini semakin mempertegas posisi Selat Hormuz sebagai titik krusial geopolitik dunia. Setiap eskalasi di kawasan tersebut berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas global, terutama sektor energi dan keamanan internasional. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version