Connect with us

DUNIA

Putin Akui Rusia Mulai Kekurangan BBM Usai Digempur Ukraina

Aktualitas.id -

Putin Akui Rusia Mulai Kekurangan BBM Usai Digempur Ukraina, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa negaranya tengah menghadapi kekurangan bahan bakar, menyusul serangkaian serangan Ukraina yang menyasar infrastruktur energi dan jalur logistik Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Meski menyebut kondisi tersebut belum berada pada tingkat kritis, pengakuan Putin menjadi salah satu pernyataan paling terbuka mengenai dampak serangan Ukraina terhadap sektor energi Rusia.

“Mengenai serangan terhadap infrastruktur penting secara umum, dan infrastruktur energi khususnya, tentu saja serangan terhadap fasilitas ini menimbulkan masalah, itu jelas,” kata Putin dalam sebuah wawancara.

“Saat ini kami mengamati kekurangan tertentu, namun tidak kritis,” lanjutnya.

Menurut Putin, prioritas pemerintah Rusia saat ini adalah memperkuat sistem pertahanan udara sekaligus memastikan distribusi bahan bakar tetap berjalan, terutama menuju wilayah Krimea yang berada di bawah kendali Rusia.

Pengakuan tersebut muncul setelah otoritas di Krimea pekan lalu menetapkan kondisi darurat akibat gangguan pasokan bahan bakar dan pemadaman listrik yang disebut dipicu oleh serangan terhadap rantai logistik dan fasilitas minyak.

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan jarak jauhnya ke berbagai fasilitas energi Rusia. Salah satunya memicu kebakaran besar di sebuah kilang minyak di wilayah tenggara Moskow yang menimbulkan kepulan asap hitam tebal dan menjadi perhatian publik.

Pihak Ukraina menyebut serangan terhadap fasilitas energi Rusia sebagai “pembalasan yang adil” atas serangan Rusia yang selama perang berlangsung terus menargetkan wilayah Ukraina, termasuk infrastruktur energi dan kawasan permukiman sipil.

Di tengah tekanan tersebut, Putin juga mengisyaratkan kembali membuka ruang diplomasi. Ia berharap pembicaraan dengan Amerika Serikat dapat berlanjut setelah perhatian Washington terhadap konflik di Timur Tengah berkurang.

“Kami berharap setelah fase aktif di jalur Iran berlalu, kami akan melihat kedatangan perwakilan Amerika Serikat ke Moskow. Kami siap melanjutkan negosiasi dan membahas semua detailnya,” ujar Putin.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa selain menghadapi tekanan militer di lapangan, Rusia juga mulai menaruh perhatian pada jalur diplomasi untuk membahas perkembangan perang dengan Ukraina.

Meski demikian, konflik masih terus berlangsung, sementara serangan terhadap infrastruktur energi di kedua negara tetap menjadi salah satu medan utama dalam perang yang telah berlangsung sejak Februari 2022. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version