DUNIA
5 Pria Ditangkap Dekat Pangkalan AS di Inggris
AKTUALITAS.ID – Kepolisian Inggris bergerak cepat menggagalkan dugaan ancaman teror mematikan di dekat fasilitas militer vital. Sejumlah pria diringkus aparat karena diduga terlibat pelanggaran terkait bahan peledak di area pangkalan udara Royal Air Force (RAF) Fairford yang kerap menjadi markas pasukan Amerika Serikat (AS).
Penangkapan ini langsung memicu status kejadian luar biasa. Aparat mengevakuasi paksa warga serta sejumlah properti di kawasan Whelford, Gloucestershire, Inggris selatan, ke pusat rekreasi terdekat. Tim khusus penjinak bom dari Angkatan Darat Inggris diterjunkan ke lokasi untuk menyisir dan memeriksa sejumlah kendaraan yang dicurigai.
Pangkalan RAF Fairford memiliki nilai strategis tinggi. Fasilitas ini merupakan salah satu lokasi operasi Komando Serangan Global AS (US Global Strike Command) yang mengendalikan misi serangan jarak jauh. Pesawat pengebom B-1 AS yang bermarkas di sini pernah dilibatkan secara langsung dalam operasi militer menghadapi Iran.
Polisi Gloucestershire menegaskan situasi saat ini sudah terkendali, meski pengamanan diperketat maksimal. Saksi mata di lapangan melaporkan polisi bersenjata berat memblokir total akses menuju gerbang utama pangkalan militer tersebut.
“Pembatas saat ini telah dipasang, tetapi kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa kami meyakini insiden ini telah terkendali,” tegas pernyataan resmi Kepolisian Gloucestershire.
Merespons ancaman serius ini, militer AS langsung menaikkan status kewaspadaan mereka di Inggris. Juru bicara unit militer AS memastikan langkah pengamanan ekstra telah diberlakukan guna menjamin keselamatan personel militer, kontraktor, warga sipil, beserta keluarga mereka.
Ancaman terhadap RAF Fairford terjadi di tengah tingginya tensi geopolitik. Pada Maret lalu, pemerintah Inggris secara resmi memberikan izin kepada Angkatan Udara AS untuk menggunakan pangkalan tersebut guna melancarkan serangan terhadap fasilitas rudal Iran, buntut serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Izin operasional tersebut sempat menyulut kemarahan Garda Revolusi Iran yang melontarkan peringatan keras kepada Inggris. Pemerintah Inggris merespons ancaman tersebut dengan menyatakan Angkatan Bersenjata mereka siap mempertahankan negara dari segala bentuk serangan luar negeri selama 24 jam sehari. (Mun)
-
NASIONAL28/09/2026 06:00 WIBTelinga Robek Disiksa Senior, Anak Wamen Inisial DAS Diduga Dalang Bullying di ICM
-
NASIONAL28/09/2026 10:00 WIBLapas Cibinong Heboh, DPR Minta Semua Lapas Diperiksa
-
NASIONAL28/09/2026 07:00 WIBPengamat Ingatkan Bahaya Tersembunyi di RUU Perampasan Aset
-
JABODETABEK28/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Mayoritas Cerah Senin
-
JABODETABEK28/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 28 September
-
POLITIK28/09/2026 11:00 WIB8 Parpol Nonparlemen Kompak Usul PT 1 Persen
-
RAGAM28/09/2026 14:30 WIBGaya Hidup Mewah Anak Buah Qodari Picu Kritik Netizen
-
NUSANTARA28/09/2026 07:30 WIBKapal Pinisi Yukai Bawa Turis Terbalik di Labuan Bajo