EKBIS
Dibuka Menguat, IHSG Berbalik ke Zona Merah Ditekan Sentimen Global
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan, Senin (4/8/2025), dengan pergerakan yang fluktuatif. Sempat dibuka naik 0,2% atau menguat 14,73 poin ke level 7.552,49, indeks acuan saham domestik tersebut tak lama kemudian berbalik arah dan tergelincir ke zona merah.
Pada awal sesi perdagangan, tercatat 225 saham menguat, 66 saham melemah, dan 323 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 184 miliar.
Pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa di kawasan Asia-Pasifik yang diperdagangkan variatif. Investor global merespons negatif laporan tenaga kerja Amerika Serikat dan putaran tarif baru yang mendorong Wall Street melemah pada akhir pekan lalu. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap laju inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global.
Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 2,05%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,21%.
Dari dalam negeri, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh dua sentimen yang berlawanan. Di satu sisi, kenaikan signifikan sepanjang Juli 2025 dapat memicu aksi ambil untung (profit taking). Namun di sisi lain, musim rilis kinerja keuangan emiten yang solid dan kembalinya minat investor asing menjadi penopang utama.
Analis menilai, potensi penurunan IHSG saat ini merupakan koreksi yang wajar dan sehat setelah mengalami penguatan sebelumnya. (Yoke Firmansyah/Mun)
-
EKBIS16/08/2026 13:00 WIBPromo Merdeka! BBM Pertamina Diskon Rp450/Liter
-
NUSANTARA16/08/2026 19:00 WIBKorban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51
-
NUSANTARA15/08/2026 23:00 WIBGempa M7,7 NTT Telan 38 Korban Jiwa
-
NASIONAL16/08/2026 06:00 WIBEddy Soeparno Puji Pidato Prabowo Soal Ekonomi Karbon
-
OASE16/08/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Dahsyatnya Gempa
-
NASIONAL16/08/2026 11:00 WIBBenda Militer Jatuh Hantam Mobil Warga, TNI AU Minta Maaf dan Langsung Tanggung Jawab
-
DUNIA16/08/2026 18:00 WIBChina Mulai Tekan AS di Pasar Chip Memori
-
NASIONAL16/08/2026 09:00 WIBSosok Susanah yang Dipanggil di Pidato Negara Ternyata Bukan Buruh Pengupas Bawang