EKBIS
Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus USD68/Barel di Tengah Ketegangan AS–India
AKTUALITAS.ID – Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dipicu oleh penurunan stok minyak Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan serta kekhawatiran pasar atas dampak tarif baru AS terhadap India.
Mengutip data Yahoo Finance, Kamis (28/8/2025), harga minyak mentah Brent naik 83 sen atau 1,2 persen menjadi USD68,05 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 90 sen atau 1,4 persen ke level USD64,15 per barel. Keduanya sempat terkoreksi lebih dari dua persen pada perdagangan Selasa.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah sebesar 2,4 juta barel menjadi 418,3 juta barel pekan lalu. Angka ini jauh lebih besar dari ekspektasi analis yang memperkirakan penarikan hanya 1,9 juta barel.
Stok bensin AS juga turun 1,2 juta barel, meski lebih kecil dari perkiraan penurunan 2,2 juta barel. Sementara stok distilat yang mencakup solar dan minyak pemanas—turun 1,8 juta barel, berbanding terbalik dengan ekspektasi kenaikan sebesar 885 ribu barel.
Di sisi geopolitik, pasar turut mencermati kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menggandakan tarif impor dari India hingga 50 persen. Kebijakan ini merupakan respons atas pembelian minyak Rusia oleh India, dan mulai berlaku pada Rabu.
India diketahui mengimpor sekitar 85 persen kebutuhan minyaknya, dengan Rusia menjadi pemasok utama berkat harga diskon akibat sanksi Barat. Di tengah ketegangan tersebut, Rusia justru meningkatkan ekspor minyak mentah dari pelabuhan barat sebesar 200 ribu barel per hari pada Agustus, menyusul serangan terhadap fasilitas kilang mereka pekan lalu.
Meski dampak langsung tarif terhadap ekspor India masih terbatas, Kementerian Keuangan India memperingatkan potensi efek domino terhadap perekonomian nasional yang perlu segera diantisipasi.
Kenaikan harga minyak ini berpotensi memengaruhi inflasi global dan biaya energi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pelaku pasar dan pemerintah kini menanti langkah lanjutan dari AS dan India dalam meredakan ketegangan dagang yang bisa berdampak luas terhadap stabilitas energi dunia. (Firmansyah/Mun)
-
POLITIK31/01/2026 14:47 WIBPartai Gema Bangsa: Ambang Batas Tinggi Hilangkan Keterwakilan Suara Pemilih
-
RIAU31/01/2026 19:00 WIBSatu Oknum Polisi dan 4 Sipil Terlibat Narkoba Ikuti Rehabilitasi di RSJ Riau
-
EKBIS31/01/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Ambles ke Rp2,86 Juta, Cek Rincian Harga Buyback yang Ikut Terjun Bebas
-
POLITIK31/01/2026 14:00 WIBPKB: Penghapusan Ambang Batas Parlemen Bukan Solusi Ideal untuk Pemilu 2029
-
DUNIA31/01/2026 15:00 WIBMedia Israel: AS Siap Gempur Iran dalam Hitungan Jam
-
EKBIS31/01/2026 16:00 WIBCORE: Ketua OJK Baru Harus Sosok yang Berani
-
DUNIA31/01/2026 12:00 WIBTensi AS-Iran Makin Tinggi, Kapal Perusak USS Delbert D. Black Tiba di Timteng
-
JABODETABEK31/01/2026 12:30 WIBKebakaran di Cengkareng Jakarta Barat, 4 Rumah dan 3 Lapak Terbakar

















