EKBIS
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang dan Intervensi Militer AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Mata uang Garuda bergerak terbatas meski dolar AS tengah berada di bawah tekanan global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan sentimen kebijakan luar negeri Washington.
Mengutip data Bloomberg, rupiah pagi ini bertengger di level Rp16.958 per USD, melemah tipis 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.956 per USD.
Sementara berdasarkan Yahoo Finance, rupiah tercatat berada di level Rp16.976 per USD, melemah 46 poin atau 0,27 persen dari posisi pembukaan perdagangan kemarin di Rp16.930 per USD.
Pada perdagangan Selasa (20/1/2026), rupiah ditutup melemah tipis 1 poin di level Rp16.956 per USD, mencerminkan tekanan berkelanjutan pada mata uang negara berkembang.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah gejolak pasar global. Dikutip dari Reuters, dolar AS bertahan di dekat level terendah tiga pekan terhadap euro dan franc Swiss setelah pernyataan Gedung Putih terkait Greenland memicu aksi jual luas terhadap aset Amerika Serikat, mulai dari mata uang, saham Wall Street, hingga obligasi pemerintah AS.
Di sisi lain, yen Jepang juga mengalami tekanan setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) melonjak ke rekor tertinggi. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran investor atas arah kebijakan fiskal Jepang yang kian longgar, menyusul langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi yang berupaya memperluas mandat melalui pemilu cepat bulan depan.
Pada perdagangan sebelumnya, dolar AS sempat merosot lebih dari 1 persen terhadap euro, menyentuh level terendah sejak 30 Desember di US$1,1770 per euro, sebelum stabil di kisaran US$1,1720. Terhadap franc Swiss, dolar juga sempat jatuh hampir 1,2 persen ke level 0,78, terendah sejak akhir Desember.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang hari ini. Namun, ia memperingatkan potensi rupiah ditutup melemah di kisaran Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, sentimen utama pasar berasal dari sikap Presiden AS Donald Trump yang tetap ngotot menuntut kendali atas Greenland, meski belum mengungkapkan secara jelas kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
“Kekhawatiran akan intervensi militer AS meningkat, terlebih setelah Washington sebelumnya melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Trump juga dijadwalkan menghadiri World Economic Forum di Davos, yang berpotensi mempertemukannya dengan para pemimpin Eropa,” ujar Ibrahim.
Selain itu, risiko perang dagang global kembali menguat setelah Trump mengancam akan mengenakan bea tambahan 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang impor dari sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, Norwegia, Prancis, Jerman, hingga Inggris. Tarif tersebut bahkan berpotensi naik menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak tercapai kesepakatan terkait Greenland.
Uni Eropa dan Inggris pun disebut tengah menyiapkan langkah balasan, termasuk tarif hingga 93 miliar euro atas produk AS serta pembatasan akses perusahaan Amerika ke pasar Eropa.
Di tengah tekanan global tersebut, Dana Moneter Internasional (IMF) justru memberikan sentimen positif bagi Indonesia. IMF merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1 persen pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dibandingkan estimasi 2025 sebesar 5,0 persen.
Revisi ini sejalan dengan membaiknya prospek pertumbuhan ekonomi global 2026 yang dinaikkan menjadi 3,3 persen, dari sebelumnya 3,1 persen, memberikan bantalan fundamental bagi perekonomian nasional di tengah volatilitas nilai tukar. (Firmansyah/Mun)
-
DUNIA27/01/2026 15:00 WIBKapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Kemlu Iran: Agresi Washington Akan Berakhir Menyakitkan
-
DUNIA27/01/2026 12:00 WIBArmada Perang Merapat, Jenderal AS Sebut Rencana Serangan ke Iran Bakal ‘Singkat dan Cepat’
-
POLITIK27/01/2026 13:00 WIBUtut Sebut Ada Pimpinan Komisi I DPR Bakal Masuk Kabinet Prabowo, Siapakah Dia?
-
JABODETABEK27/01/2026 16:00 WIBSoal Penangkapan Pedagang Es Gabus, Anggota TNI-Polri Beri Klarifikasi
-
RAGAM27/01/2026 14:30 WIBWaspada! 14 Wilayah di Indonesia Terancam Gempa Megathrust
-
POLITIK27/01/2026 17:30 WIB9 Nama Disetujui Jadi Anggota Ombudsman 2026-2031, Dalam Rapat Paripurna DPR RI
-
NUSANTARA27/01/2026 11:30 WIBKecanduan Judol, Camat Medan Maimun Tega Kuras Kartu Kredit Pemda
-
NUSANTARA27/01/2026 18:30 WIBPenyeludupan 70 Ton Daging Beku dari Singapura Berhasil Digagalkan