EKBIS
Jelang Pidato Trump, Rupiah Melemah ke Level Rp16.800
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah hari ini, Rabu (25/2/2026), dibuka melemah di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kehati-hatian investor global. Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, rupiah turun 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.848 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.829 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, rupiah tercatat melemah 13 poin atau 0,08 persen ke level Rp16.842 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS naik tipis 0,01 persen ke posisi 97,85.
Pelemahan ini membuat rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada perdagangan pagi ini.
Mata Uang Asia Menguat
Berbeda dengan rupiah, hampir seluruh mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar AS. Dolar Taiwan memimpin penguatan dengan naik 0,33 persen.
Disusul peso Filipina yang menguat 0,12 persen dan yen Jepang naik 0,08 persen. Baht Thailand menguat 0,07 persen, sementara dolar Singapura dan won Korea Selatan masing-masing naik 0,05 persen. Yuan China juga menguat 0,05 persen dan dolar Hong Kong naik 0,02 persen.
Ringgit Malaysia tercatat turun tipis 0,03 persen, namun masih lebih baik dibandingkan rupiah.
Tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya sikap kehati-hatian investor menjelang pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelaku pasar mencermati arah kebijakan yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.
“Para pelaku pasar memantau dengan cermat potensi perkembangan kebijakan perdagangan AS dan tindakan lebih lanjut di Timur Tengah,” ujarnya.
Pidato Kenegaraan atau State of the Union (SOTU) yang dijadwalkan berlangsung Selasa malam waktu AS diperkirakan menjadi momentum penting bagi pasar. Mengutip laporan Xinhua, Trump disebut akan memaparkan capaian pemerintahannya sejak kembali menjabat untuk periode kedua, di tengah penurunan tingkat persetujuan publik.
Survei terbaru menunjukkan sekitar 32 persen warga Amerika menilai Trump memiliki prioritas yang tepat, sementara 68 persen lainnya menilai ia belum cukup fokus pada isu domestik utama.
Menurut Josua, kondisi ketidakpastian global tersebut mendorong investor meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.
“Kehati-hatian yang meningkat mendukung permintaan terhadap dolar AS, yang menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, termasuk rupiah,” jelasnya.
Dengan latar belakang sentimen global tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.775 hingga Rp16.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Pelaku pasar akan terus mencermati arah kebijakan ekonomi AS serta dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)
-
POLITIK12/04/2026 18:00 WIBHadapi Pemilu 2029, PSI Mulai Siapkan Mesin Politik
-
RAGAM13/04/2026 00:01 WIB500 Gelang Tiket Masuk Konser BTS Dicuri
-
OTOTEK12/04/2026 19:30 WIBSistem Pengemudian Otonomos Tesla Disetujui
-
PAPUA TENGAH12/04/2026 20:00 WIBDiduga Putus Cinta, Pelajar di Mimika Ditemukan Tewas Gantung Diri
-
EKBIS12/04/2026 23:00 WIBAPBN Dinilai Masih Resiliens, Namun Perlu Kewaspadaan
-
NASIONAL12/04/2026 21:00 WIBPakai Surat Bermeterai Jadi Modus Bupati Tulungagung Lakukan Pemerasan
-
EKBIS12/04/2026 18:30 WIBKadin: Potensi Ekonomi Papua Tidak Hanya pada Emas-Tembaga
-
RAGAM12/04/2026 20:30 WIBCegah “Stain” Bagi Pecinta Kopi, Ini Waktu yang Tepat untuk Menyikat Gigi