Connect with us

EKBIS

IHSG Menghijau, Lalu Memerah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto; aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Setelah dibuka menguat 14,70 poin atau 0,25 persen ke level 5.940,68, indeks utama Bursa Efek Indonesia itu tak mampu mempertahankan penguatannya dan berbalik masuk ke zona merah.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat bergerak mengesankan dengan menyentuh level tertinggi harian di posisi 5.952,93. Namun euforia tersebut tidak berlangsung lama. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG turun 0,82 poin atau terkoreksi 0,01 persen dan kembali berada di area negatif.

Tekanan jual membuat indeks bahkan sempat menyentuh posisi terendah di level 5.917,47 sebelum mencoba bangkit kembali.

Di sisi lain, indeks saham unggulan LQ45 masih mencatat kinerja positif. Kelompok 45 saham berkapitalisasi besar itu naik 1,91 poin atau 0,32 persen ke level 591,10.

Aktivitas perdagangan sejak awal sesi terpantau cukup ramai. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp310 miliar dengan volume perdagangan sekitar 2,4 miliar lembar saham. Sementara data lainnya menunjukkan volume transaksi telah mencapai 3,06 miliar saham dengan perputaran dana mendekati Rp492 miliar dan frekuensi perdagangan sekitar 86.904 kali.

Mayoritas saham juga tercatat berada di jalur penguatan. Sebanyak 312 saham menguat, 151 saham melemah, dan 500 saham stagnan pada awal perdagangan. Namun seiring berjalannya sesi, komposisi pasar berubah dengan 290 saham berada di zona merah, 334 saham menguat, dan 168 saham bergerak datar.

Sorotan utama datang dari investor asing yang masih menunjukkan kepercayaan terhadap pasar saham domestik. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp561,60 miliar di seluruh pasar.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp5,9 miliar terjadi di pasar reguler, sedangkan Rp555,71 miliar berasal dari pasar negosiasi dan tunai.

Meski demikian, derasnya aliran dana asing belum mampu mengangkat kinerja IHSG secara signifikan. Tekanan pasar masih terasa kuat setelah indeks mengalami koreksi mendalam sepanjang tahun.

Secara year-to-date (YtD), IHSG tercatat telah melemah hingga 31,44 persen. Sementara secara tahunan (year-on-year), indeks pasar saham Indonesia masih terkoreksi 25,31 persen.

Kondisi ini menunjukkan sentimen investor masih dibayangi berbagai faktor eksternal dan domestik, meski aliran modal asing mulai kembali masuk ke pasar. Pelaku pasar kini menanti katalis positif yang dapat mendorong pemulihan IHSG setelah mengalami tekanan berkepanjangan sepanjang tahun 2026. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version