JABODETABEK
Polisi Pantau Akun Medsos Kelompok Tawuran di Jaktim
AKTUALITAS.ID – Sebagai upaya meningkatkan pencegahan tawuran sekaligus sebagai langkah deteksi dini guna mengantisipasi potensi bentrokan antarkelompok yang kerap berawal dari provokasi di media sosial, aparat Kepolisian melakukan pemantauan akun-akun media sosial kelompok yang sering terlibat tawuran.
Polres Metro Jakarta Timur memantau aktivitas dan pengelompokan akun media sosial yang diduga terkait kelompok tawuran remaja di wilayah tersebut.
“Media sosial saat ini sering digunakan sebagai sarana komunikasi dan provokasi,” kata Wakapolres Metro Jakarta Timur, AKBP Achmad Akbar saat Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026).
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui pola pergerakan dan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Aparat menemukan sejumlah akun yang saling terhubung dan membentuk grup tertutup untuk mengatur waktu, lokasi hingga strategi tawuran.
Menurut Akbar, hasil pemantauan tersebut akan dianalisis lebih lanjut oleh Tim Siber Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim).
Jika ditemukan unsur pidana, Kepolisian tidak akan ragu melakukan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jadi setelah kami lakukan pengelompokan akun media sosial, kami melakukan patroli siber yang kemudian mengidentifikasi remaja atau warga yang akan melakukan tawuran sehingga diketahui pola dan modusnya,” katanya.
Selain pemantauan dunia maya, Polres Metro Jakarta Timur juga mengintensifkan patroli di sejumlah titik rawan tawuran, terutama pada malam hingga dini hari.
Upaya ini dilakukan secara terpadu bersama Polsek jajaran dan unsur pemerintah setempat.
Akbar juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya dalam penggunaan media sosial (medsos).
Masyarakat diminta segera melapor apabila mengetahui adanya rencana tawuran atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Pencegahan tawuran tidak bisa hanya dilakukan oleh polisi. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting agar anak-anak tidak terjerumus dalam aksi kekerasan,” katanya.
(Yan Kusuma/goeh)
-
POLITIK07/10/2026 07:00 WIBPDIP Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen
-
NASIONAL07/10/2026 09:00 WIBSarifah Desak Batas Tegas Pengawasan Siber Negara
-
POLITIK07/10/2026 06:00 WIBBW: Gibran Mundur Lebih Terhormat
-
NUSANTARA07/10/2026 08:30 WIBGempa M5,2 Guncang Lombok Dini Har
-
NUSANTARA07/10/2026 07:30 WIBLansia 74 Tahun Tewas Saat Bakar Daun Jati di Ladang
-
FOTO07/10/2026 18:38 WIBFOTO: Presiden Prabowo Beri Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri se-Indonesia
-
DUNIA07/10/2026 08:00 WIBIsrael Susun Skenario Serangan ke Iran
-
JABODETABEK07/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Kondisi Langit Jakarta 7 Oktober