NASIONAL
Revisi UU TNI Picu Polemik, DPR: “jangan Khawatir Berlebihan”
AKTUALITAS.ID – Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menyampaikan tanggapannya terkait desakan publik yang meminta dihentikannya proses Revisi Undang-Undang TNI. Menurutnya, penolakan tersebut sering kali berasal dari individu yang memiliki pengalaman traumatis dengan masa lalu militer. “Yang masa lampaunya traumatis, pasti kontra. Tapi kalau kita melihat ke depan, moving forward, dugaan saya ini oke-dokey,” ujar Utut di sela-sela Rapat Panitia Kerja (Panja) di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025).
Dalam pernyataannya, Utut mengajak masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan mengenai revisi tersebut. Ia menegaskan tujuan dari revisi ini adalah untuk kepentingan bangsa dan masa depan yang lebih baik. “Cuman please kita sesama anak bangsa tidak saling menjelekkan. Kalau orang kayak saya pasti niatannya baik,” ungkapnya, menekankan pentingnya saling menghargai dalam diskusi publik.
Rapat Panja yang digelar oleh Komisi I DPR kembali membahas revisi Undang-Undang TNI, dengan fokus pada 92 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, menyebutkan bahwa hingga kini pembahasan baru mencapai 40 persen dari total DIM tersebut. “Semalam kita baru bisa menyelesaikan sekitar 40 persen dari jumlah DIM,” tambahnya.
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, juga mengungkapkan pemerintah menyiapkan beberapa poin utama untuk perubahan dalam RUU TNI. Di antaranya adalah penguatan dan modernisasi alat utama sistem senjata, memperjelas batasan penempatan TNI dalam tugas nonmiliter, peningkatan kesejahteraan prajurit, serta pengaturan batas usia pensiun TNI.
Sjafrie menekankan revisi ini akan berfokus pada tiga pasal kunci: Pasal 3 tentang kedudukan TNI, Pasal 47 mengenai penempatan TNI di institusi sipil, dan Pasal 53 yang mengatur masa pensiun. Dengan adanya proses revisi ini, diharapkan TNI dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat.
Diskusi mengenai RUU TNI ini diprediksi akan terus menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya sikap dan kebijakan lembaga strategis seperti TNI dalam pembangunan dan keamanan negara. (Mun/Ari Wibowo)
-
RAGAM13/05/2026 13:30 WIBHantavirus Bisa Bikin Gagal Napas Akut
-
FOTO13/05/2026 17:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Uang Rampasan Rp10,2 Triliun ke Negara
-
POLITIK13/05/2026 14:00 WIBDPR Buka Opsi Partai Melebur Demi Lolos Parlemen
-
NASIONAL13/05/2026 15:45 WIBKPU RI Gandeng KPP DEM untuk Tingkatkan Literasi Kepemiluan dan Demokrasi
-
NUSANTARA13/05/2026 14:30 WIBKiai Jepara Diduga Perkosa Santri Berkali-kali Usai Ritual Ijab Kabul Sepihak
-
JABODETABEK13/05/2026 15:30 WIBSatpol PP DKI Siap Sapu Pedagang Hewan Kurban di Trotoar
-
DUNIA13/05/2026 15:00 WIBIran Siap Rakit Bom Atom Jika Trump Nekat Menyerang
-
JABODETABEK14/05/2026 08:00 WIBKobaran Api Subuh Hari Tewaskan 4 Orang di Sunter Agung