Connect with us

NASIONAL

PDIP Tolak Pengiriman Pasukan ke Gaza tanpa PBB

Aktualitas.id -

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, rencana pemerintah mengirim 8.000 pasukan TNI ke Jalur Gaza sebaiknya dilakukan melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Hasto, Indonesia memiliki tradisi politik luar negeri bebas aktif yang menempatkan PBB sebagai forum utama penyelesaian konflik internasional, termasuk konflik Palestina-Israel.

“Ketika kita melihat ketidakadilan di Timur Tengah, tugas kita, sesuai cara Bung Karno, adalah menggalang solidaritas bangsa-bangsa melalui PBB, bukan menjadi subordinat,” ujar Hasto di Yogyakarta, Senin (16/2/2026).

Hasto menambahkan, jika PBB belum efektif, Indonesia sebaiknya memperkuat solidaritas negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk mendorong reformasi sistem internasional dari dalam kerangka PBB. Menurutnya, pembentukan mekanisme baru di luar PBB untuk menyelesaikan konflik adalah langkah keliru.

“Sikap PDIP adalah mendorong solusi dalam kerangka PBB yang direform oleh kepemimpinan Indonesia dengan solidaritas bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Dari situlah sistem internasional akan berubah sesuai ideologi Pancasila,” tegas Hasto.

PDIP berharap Presiden Prabowo Subianto tetap menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif, membangun persaudaraan dunia, dan mewujudkan tatanan global bebas dari penjajahan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza masih dalam tahap pembahasan, kemungkinan melalui Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Prasetyo memastikan, jika diterjunkan, personel TNI membawa misi perdamaian sesuai komitmen Indonesia menjaga stabilitas global.

Isu ini menjadi sorotan publik karena terkait kebijakan politik luar negeri Indonesia, komitmen perdamaian dunia, dan posisi strategis Indonesia di tengah konflik Palestina-Israel. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version