Connect with us

NASIONAL

Usai Evaluasi SPPI, Status Komcad Calon Manajer Kopdes Dicoret

Aktualitas.id -

Komcad/Tangkapan layar media sosial

AKTUALITAS.ID – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi mengubah skema pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Rencana menjadikan para peserta sebagai Komponen Cadangan (Komcad) dibatalkan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026.

Perubahan kebijakan tersebut dilakukan menyusul evaluasi atas pelaksanaan program, termasuk setelah meninggalnya lima peserta seleksi SPPI 2026.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mengatakan revisi program telah disampaikan kepada Komisi I DPR RI.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada anggota Komisi I bahwa kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan,” ujar Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Dengan perubahan tersebut, calon manajer Kopdes Merah Putih tidak lagi diangkat sebagai anggota Komcad. Sebagai gantinya, mereka hanya akan mengikuti program pembinaan, pendidikan, dan pelatihan bela negara.

Donny menegaskan terdapat perbedaan mendasar antara status Komcad dan pendidikan bela negara.

“Kami sudah tetapkan mereka hanya diberikan pembinaan, pendidikan, pelatihan bela negara. Yang sangat berbeda sekali, ada perbedaan antara komcad dan bela negara ini,” katanya.

Tak hanya mengubah status peserta, Kemenhan juga merevisi kurikulum SPPI. Latihan dasar militer tetap diberikan, namun durasinya dipersingkat dibandingkan konsep sebelumnya.

Fokus pelatihan kini diarahkan pada peningkatan kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta pengelolaan organisasi yang dinilai lebih relevan dengan tugas para calon manajer koperasi.

Menurut Donny, selama sekitar satu bulan peserta akan dibekali berbagai materi kepemimpinan lapangan, pengambilan keputusan, kerja sama tim, hingga kemampuan mengelola sumber daya manusia.

“Kita memberikan pelajaran mereka terkait dengan kepemimpinan lapangan. Bagaimana mereka nantinya memimpin koperasi tersebut. Manajer tentunya mempunyai beberapa staf yang harus mereka pimpin. Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama,” jelasnya.

Kemenhan berharap revisi tersebut membuat program SPPI lebih sesuai dengan kebutuhan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih, sekaligus memastikan peserta memperoleh kompetensi yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi manajerial di lapangan.

Meski status Komcad dibatalkan, pemerintah menegaskan semangat bela negara tetap menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter para calon manajer Kopdes melalui pendidikan, pembinaan, dan pelatihan yang telah disesuaikan dengan hasil evaluasi program. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version