Connect with us

NUSANTARA

Usai Empat Kali Erupsi, PVMBG Tetapkan Level III Semeru

Aktualitas.id -

Ilustrasi Gunung Semeru erupsi pada Minggu (18/8/2024) pukul 11.49 WIB (PVMBG)

AKTUALITAS.ID – Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi sebanyak empat kali pada Sabtu (3/1/2026). Tinggi kolom letusan teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 00.51 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis menyebutkan erupsi kembali terjadi pada pukul 05.11 WIB.
“Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut,” ujar Liswanto.

Erupsi ketiga terjadi pada pukul 05.28 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl. Kolom abu teramati mengarah ke utara dengan intensitas sedang.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 06.56 WIB. Pada erupsi keempat ini, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 800 meter di atas puncak, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan intensitas tebal mengarah ke timur laut.

“Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 120 detik,” jelas Liswanto.

Liswanto menjelaskan, saat ini Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.

“Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga mengimbau warga agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.

Warga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap tenang, mematuhi rekomendasi resmi, dan terus memantau informasi terkini dari PVMBG dan BPBD setempat. (Irawan/Mun)

TRENDING