POLITIK
KPU: Pemilu 2024 Jadi Pelajaran untuk Pemilu 2029
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan berbagai evaluasi dari pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2024 sebagai bahan perbaikan sistem pemilu menuju Pemilu 2029.
Ketua KPU Mochammad Afifuddin mengatakan setiap penyelenggaraan pemilu memiliki tantangan yang berbeda dari periode ke periode. Salah satu tantangan terbesar pada Pemilu 2024 adalah pelaksanaan pemilu dan pilkada yang berlangsung dalam tahun yang sama sehingga menimbulkan himpitan tahapan.
“Berdasarkan pengalaman itu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) per Tempat Pemungutan Suara (TPS) kemudian dikurangi menjadi maksimal 300 pemilih,” ujar Afifuddin saat menjadi narasumber dalam podcast Penjaga Harapan bertajuk Menjaga Integritas Demokrasi: Kepercayaan Publik, Reformasi Sistem Pemilu, dan Masa Depan Demokrasi Indonesia yang diselenggarakan PIMS & Co, Kamis (12/3/2026).
Menurut Afif, kebijakan pembatasan jumlah pemilih di TPS tersebut terbukti membantu mengurangi tingkat kelelahan petugas penyelenggara dibandingkan dengan kondisi pada Pemilu 2019, yang memiliki jumlah pemilih lebih banyak per TPS.
Ia menegaskan KPU terus mengumpulkan berbagai masukan dari pengalaman pengelolaan pemilu sebelumnya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di masa depan.
Afif juga mengakui bahwa menjadi penyelenggara pemilu memiliki tantangan dan risiko yang tidak kecil, termasuk kritik hingga berbagai tudingan yang muncul di ruang publik.
Namun, ia menilai hal tersebut tidak boleh mengganggu profesionalitas penyelenggara.
“Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati dan penuh kesadaran bahwa ini merupakan tugas dan tanggung jawab. Tidak perlu bersikap reaktif, yang penting tetap tenang, bijak, dan fokus menjalankan tugas,” kata Afif.
Dalam upaya meningkatkan transparansi pemilu, KPU juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu contohnya adalah penyempurnaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) sebagai alat bantu dalam proses rekapitulasi suara.
Menurut Afif, Sirekap mempermudah akses publik untuk melihat hasil penghitungan suara dari setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara lebih cepat dan transparan.
Selain itu, KPU juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi. Afif menyebut anak muda merupakan salah satu kelompok pemilih terbesar dalam pemilu di Indonesia.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk lebih aktif mengikuti diskursus dan proses kepemiluan.
Afif juga berharap pembahasan mengenai pemilu dapat disampaikan dengan cara yang lebih santai dan mudah dipahami agar semakin banyak masyarakat, khususnya anak muda, tertarik untuk terlibat dalam proses demokrasi di Indonesia. (Mun)
-
JABODETABEK18/04/2026 05:30 WIBRencana Weekend ke Luar? Cek Dulu Prakiraan Hujan Jakarta 18 April
-
POLITIK18/04/2026 11:00 WIBKPK Usulkan 5 Jurus Cegah Politik Uang
-
DUNIA18/04/2026 08:00 WIBIran Umumkan Jalur Minyak Global Kembali Normal
-
POLITIK18/04/2026 06:00 WIBEfek Jokowi Luntur? Survei Terbaru Sebut PSI Tetap Jadi Partai Gurem
-
PAPUA TENGAH18/04/2026 17:30 WIBPolisi Ungkap Jejak Pembunuhan Berencana di Kwamki Narama
-
EKBIS18/04/2026 15:30 WIBMinyak Dunia Terjun Bebas Usai Kabar Hormuz
-
JABODETABEK18/04/2026 10:30 WIB1 Pelajar Diamankan Warga Usai Serang Siswa SMP di Tambun Selatan
-
OTOTEK18/04/2026 09:30 WIB602 Juta Iklan Penipuan Online Diblokir Google Sepanjang 2025

















