POLITIK
KPU Siapkan Strategi Pemilu Berikutnya di Masa Post Election
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memanfaatkan masa setelah tahapan pemilu atau post election period sebagai momentum refleksi dan evaluasi atas seluruh proses penyelenggaraan pemilu.
Ketua KPU Mochammad Afifuddin mengatakan masa pasca pemilu menjadi waktu penting untuk menilai berbagai praktik yang telah dilakukan selama proses pemilu berlangsung. Hal-hal yang dinilai baik dapat dikembangkan, sementara yang kurang efektif perlu diperbaiki agar tidak terulang pada pemilu berikutnya.
“Masa post election period ini biasanya juga dibarengi dengan revisi undang-undang pemilu dan pengaturan pemilu ke depan yang menjadi dasar bagi KPU dalam menjalankan tugasnya,” ujar Afifuddin saat menjadi tamu dalam podcast KPU Kalimantan Timur yang perdana tayang pada Sabtu (7/3/2026).
Menurut Afifuddin, selain melakukan evaluasi, KPU juga menjalankan berbagai kegiatan strategis selama masa pasca pemilu, termasuk pendidikan pemilih serta Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dilakukan setiap enam bulan sekali.
Ia menilai inisiatif KPU Kalimantan Timur membuat podcast merupakan langkah kreatif untuk mendukung program pendidikan pemilih.
“Kita harus punya kreativitas. Misalnya dengan podcast yang bisa dibuat setiap minggu, mengundang mahasiswa, generasi muda, influencer, tokoh politik maupun tokoh agama,” kata Afifuddin.
Melalui kegiatan tersebut, KPU dapat terus menghadirkan diskusi publik mengenai isu pemilu sekaligus menyampaikan informasi penting terkait tahapan pemilu dan pendidikan pemilih kepada masyarakat.
Afifuddin berharap podcast yang diluncurkan bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan itu dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, diskursus mengenai pemilu harus tetap dijaga meskipun tidak sedang berada dalam tahun pemilu.
“Isu pemilu selalu berkembang, sehingga kita tidak boleh meninggalkan diskursus ini. Sebelum tahun pemilu datang, kita manfaatkan untuk pendidikan pemilih dan sosialisasi yang bermanfaat,” ujarnya.
Selain itu, Afifuddin juga menyoroti tantangan pemilu di masa mendatang, terutama terkait maraknya berita bohong atau hoaks serta upaya meningkatkan partisipasi pemilih.
Ia menekankan pentingnya literasi informasi agar masyarakat lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi terkait pemilu.
“Kita perlu literasi yang masif kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memilah informasi,” kata Afifuddin.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, KPU juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah yang menangani komunikasi dan informasi.
“Kita bisa bergandengan tangan dengan Komdigi dan Kominfo, karena kita tidak bisa bekerja sendiri,” pungkasnya.
Podcast perdana KPU Kalimantan Timur tersebut dipandu oleh staf KPU Kaltim John Ias Ganesa Simamora dan turut dihadiri anggota serta sekretaris KPU Provinsi Kalimantan Timur.
Melalui inovasi komunikasi seperti podcast, KPU berharap edukasi pemilih dapat menjangkau lebih luas, khususnya kalangan generasi muda yang menjadi bagian penting dalam demokrasi Indonesia. (Mun)
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
POLITIK27/07/2026 09:00 WIB30 Tahun Kudatuli Luka Demokrasi Belum Sembuh
-
FOTO27/07/2026 16:00 WIBFOTO: Pemerintah Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
-
NASIONAL27/07/2026 09:15 WIBMendadak Mundur! Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI
-
OASE27/07/2026 05:00 WIBMakna Api dalam Al-Qur’an Lebih Dalam dari yang Dibayangkan
-
POLITIK27/07/2026 13:00 WIBPSI: Tak Masuk Akal Jokowi Jadi Presiden Dua Periode Tanpa Ijazah
-
POLITIK27/07/2026 07:00 WIBKaesang Nekat Maju Pileg 2029 Dari Dapilnya Puan Maharani
-
NASIONAL27/07/2026 10:15 WIBIstana Bantah Isu di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

















