NUSANTARA
Nelayan Bintan Ditemukan Tewas Usai Diterkam Buaya Saat Menjaring Ikan
AKTUALITAS.ID – Seorang nelayan asal Kampung Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), ditemukan tewas akibat serangan buaya saat hendak menjaring ikan. Peristiwa tragis ini kembali memicu kekhawatiran warga terkait keberadaan buaya di sekitar permukiman.
Korban diketahui bernama Imran bin H Sanjah (34). Ia ditemukan sudah tidak bernyawa oleh warga setempat pada Jumat pagi (16/1/2026), tidak jauh dari lokasi kejadian.
Ketua RT 01/RW 01 Kelurahan Tembeling Tanjung, Ramli, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu korban berada di atas sampan dan bersiap melaut, sebelum tiba-tiba diserang seekor buaya.
Menurut Ramli, buaya sempat membawa korban menjauh ke arah laut. Namun, hewan tersebut akhirnya melepaskan korban setelah kakaknya berusaha mengejar buaya tersebut untuk menyelamatkan korban.
Korban kemudian ditemukan warga di sekitar pelantar rumah penduduk, tidak jauh dari lokasi awal kejadian. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.
“Iya bang, kejadiannya sekitar jam tiga pagi. Korban sudah ditemukan dan langsung disiapkan untuk dimakamkan,” kata Ramli saat dihubungi, Jumat (16/1/2026).
Ramli menambahkan, buaya yang menyerang korban menghilang setelah kejadian. Warga sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun hewan tersebut tidak berhasil ditemukan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi tahun lalu di Kampung Tembeling Tanjung. Saat itu, seorang warga diserang buaya dan mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Atas kejadian ini, Ramli berharap Pemerintah Kabupaten Bintan memberikan perhatian serius terhadap ancaman buaya di wilayah tersebut.
“Kami berharap ada penanganan serius dari pemerintah daerah. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan kembali memakan korban jiwa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Damkar Toapaya Asri Kabupaten Bintan, Makmur, mengatakan pihaknya sempat menerima laporan dari tokoh masyarakat setempat terkait kejadian tersebut.
“Laporan memang masuk. Namun saat tim rescue hendak turun ke lokasi, warga sudah berhasil menemukan korban. Proses pencarian hanya sekitar 15 menit,” jelasnya.
Menanggapi permintaan warga agar buaya yang kerap muncul di sekitar permukiman dapat dievakuasi, Makmur menyebutkan pihaknya telah menyampaikan hal tersebut kepada pimpinan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kepri untuk ditindaklanjuti.
“Sudah kami sampaikan ke pimpinan dan BKSDA Provinsi Kepri agar menjadi atensi dan segera ditangani,” katanya.
Peristiwa ini menambah daftar konflik manusia dan satwa liar di wilayah pesisir Bintan, sekaligus menegaskan perlunya langkah mitigasi dan pengamanan demi keselamatan warga setempat. (Kusuma/Mun)
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
EKBIS28/01/2026 09:30 WIBIHSG Jatuh 6,8% Setelah MSCI Bekukan Kenaikan Bobot Saham Indonesia
-
OTOTEK28/01/2026 10:57 WIBBengkel AC Mobil Tangerang Jadi Rujukan Service AC Mobil Innova di Tangerang, Ahli Tangani Sistem Double Blower
-
EKBIS28/01/2026 08:30 WIBHarga Pertamax Turun Hari Ini 28 Januari 2026 Ini Daftar Lengkapnya
-
NASIONAL28/01/2026 14:00 WIBPNS Wajib Tahu, KPK Terbitkan Perkom No 1 Tahun 2026 Tentang Perubahan Nilai Gratifikasi
-
NASIONAL28/01/2026 07:00 WIBBeredar Video Prabowo Hanya Bicara Keamanan Israel, Ternyata Potongan Wawancara Lama PBB 2025
-
DUNIA28/01/2026 08:00 WIBAS dan Israel Sepakati Serangan “Cepat dan Tegas” ke Iran
-
OASE28/01/2026 05:00 WIBEmpat Keutamaan Surat Ar-Ra’d yang Diriwayatkan dalam Hadis

















