Connect with us

NUSANTARA

DKK Kudus: Siswi SMA 2 yang Meninggal Bukan Korban Keracunan MBG

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Seorang siswi SMA Negeri 2 Kudus dilaporkan meninggal dunia pada Senin (2/2/2026). Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menimpa puluhan siswa sekolah tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala DKK Kudus, dr Abdul Hakam, meluruskan informasi simpang siur yang beredar di masyarakat terkait penyebab meninggalnya siswi tersebut.

“Bukan, itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan MBG. Dia sudah sakit,” ujar dr Abdul Hakam kepada murianews.com melalui sambungan telepon.

Menurut dr Hakam, siswi SMA 2 Kudus tersebut meninggal dunia akibat penyakit kanker yang telah dideritanya. Ia memastikan korban bukan termasuk siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan MBG dan tidak pernah dirawat di rumah sakit terkait insiden tersebut.

“Tidak ada kaitannya sama sekali,” tegasnya.

DKK Kudus juga memastikan kondisi seluruh siswa SMA 2 Kudus yang sebelumnya sempat dirawat akibat dugaan keracunan MBG kini telah membaik. Seluruh siswa tersebut sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

“Pagi tadi masih ada tiga siswa yang dirawat. Namun informasi terbaru, semuanya sudah bisa pulang. Dua sudah di-visit dokter, satu lagi hari ini juga sudah bisa pulang,” jelas dr Hakam.

Sebelumnya, puluhan siswa SMA 2 Kudus diduga mengalami keracunan MBG pada Kamis (29/1/2026). Dugaan keracunan tersebut diduga berasal dari menu MBG yang disajikan pada Rabu (28/1/2026).

Kronologi kejadian diungkap oleh Plt Kepala DKK Kudus saat itu, dr Mustiko Wibowo. Ia menyampaikan bahwa sejumlah siswa telah merasakan gejala seperti pusing dan diare sejak berada di rumah, setelah mengonsumsi menu MBG sehari sebelumnya.

Meski sudah merasakan gejala, para siswa tetap memaksakan diri masuk sekolah pada Kamis pagi. Namun, kondisi mereka kemudian memburuk hingga beberapa siswa dilaporkan pingsan, sehingga pihak sekolah melakukan observasi dan membawa siswa ke fasilitas kesehatan.

“Iya, diduga keracunan menu MBG hari sebelumnya. Dampaknya baru terasa hari ini, tapi memang sudah muncul gejalanya saat masih di rumah,” kata dr Mustiko saat itu.

DKK Kudus kembali menegaskan agar masyarakat tidak mengaitkan meninggalnya siswi SMA 2 Kudus dengan kasus dugaan keracunan MBG, karena kedua peristiwa tersebut tidak saling berhubungan. (Kusuma/Mun)

TRENDING