Connect with us

NUSANTARA

Dampak Bibit Siklon 94W, Perairan Talaud dan Sangihe Terancam Gelombang Tinggi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini (early warning) terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Sulawesi Utara. Masyarakat yang beraktivitas di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud diminta meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap ancaman gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 4 meter.

Peringatan ini berlaku mulai hari ini hingga tanggal 8 Februari 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror, menekankan bahwa kondisi laut saat ini sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran, baik untuk kapal nelayan maupun transportasi laut.

Penyebab: Bibit Siklon Tropis 94W

Kondisi ekstrem ini tidak terjadi tanpa sebab. Ricky menjelaskan bahwa pemicu utamanya adalah terdeteksinya bibit siklon tropis “94W” di wilayah utara Papua. Fenomena ini memberikan dampak tidak langsung namun signifikan terhadap cuaca di Sulawesi Utara.

Selain itu, pola angin yang dominan bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6 hingga 25 knot, turut memicu peningkatan tinggi muka laut secara drastis.

Sebaran Wilayah Terdampak

Selain potensi gelombang ekstrem (hingga 4 meter) di Talaud, BMKG juga memetakan wilayah lain yang berpotensi mengalami gelombang kategori sedang (1,25 hingga 2,5 meter), antara lain:

Perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe (berpotensi meningkat).

Perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro).

Perairan Utara dan Selatan Sulawesi Utara.

Perairan Kabupaten Minahasa Utara.

Laut Sulawesi bagian timur.

Laut Maluku.

“Kami mengimbau seluruh warga, khususnya para nelayan dan operator kapal, untuk sangat berhati-hati. Keselamatan jiwa dan aset harus menjadi prioritas utama,” tegas Ricky di Manado, Rabu (4/2/2026)

Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum memutuskan untuk melaut demi menghindari risiko kecelakaan laut. (Kusuma/Mun)

TRENDING