Connect with us

NUSANTARA

Keracunan Massal MBG, 45 Anak di Bireuen Dirawat

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Puluhan murid sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan PAUD di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis malam (26/2/2026).

Anak-anak dari berbagai desa mulai dilarikan ke Puskesmas Simpang Mamplam sejak pukul 21.00 WIB. Hingga pukul 02.20 WIB, Jumat (27/2/2026), jumlah korban yang ditangani mencapai 45 anak.

Selain di Puskesmas Simpang Mamplam, sejumlah pasien juga dirujuk ke Puskesmas Pandrah, Puskesmas Jeunieb, serta ke RSUD dr Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan orang tua, anak-anak mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan diare setelah menyantap menu MBG berupa bakso dan susu yang dibagikan pada sore hari dan dikonsumsi saat berbuka puasa.

Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, mengatakan para korban langsung mendapatkan penanganan medis, termasuk pemasangan infus di ruang IGD dan rawat inap.

“Sebanyak 25 tenaga kesehatan, termasuk bidan desa, kami kerahkan untuk menangani korban. Sampai dini hari sudah 45 anak ditangani,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampel makanan telah diambil untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

“Untuk sebabnya belum diketahui. Sampel makanan sudah kami kirim untuk diperiksa,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan paket MBG selama Ramadan diantar langsung ke rumah murid dengan sistem door to door.

Program tersebut diduga disalurkan oleh Yayasan Bumi Produksi Gizi. Perwakilan yayasan, Zamzami, menyatakan pihaknya tengah menelusuri kemungkinan sumber masalah, termasuk dari bahan baku yang dipasok oleh UMKM lokal.

“Kami sedang mengecek di pemasok, mungkin di menu bakso. Semua proses dari bahan baku hingga penyajian sedang kami evaluasi,” ujarnya.

Zamzami memastikan pihak yayasan akan bertanggung jawab dan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian korban telah membaik namun masih dalam pemantauan tenaga medis. Jumlah anak yang diduga terdampak dilaporkan masih terus bertambah. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version