Connect with us

NUSANTARA

Berburu Batik di Pekalongan Untuk Oleh-oleh Mudik

Aktualitas.id -

Suasana Pasar Grosir Batik Setono di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2026), menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. (Antara/Farika Nur Khotimah).

AKTUALITAS.ID – Kota Pekalongan, Jawa Tengah memang dikenal sebagai sentra batik nasional yang menawarkan beragam pilihan produk batik yang berkualitas, baik dari model hingga hasil produksinya.

Setiap tahun, menjelang hingga usai perayaan Lebaran, jalur Pantura menjadi saksi bisu tradisi unik para pemudik. Banyak dari mereka menyempatkan diri singgah di Pekalongan, untuk berburu batik khas daerah tersebut.

Para pemudik memanfaatkan perjalanan mereka untuk berburu batik khas Pekalongan di Pasar Grosir Batik Setono, menjadikannya oleh-oleh favorit keluarga.

Pasar Grosir Batik Sentono menjadi salah satu destinasi utama bagi para pemudik yang ingin membeli oleh-oleh. Mereka mencari  kain batik atau pakaian batik untuk keluarga dan kerabat di kampung halaman. Aktivitas ini menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual mudik bagi sebagian besar masyarakat.

Suasana di pasar ini mulai menunjukkan geliat keramaian dengan kedatangan para pemudik sejak menjelang perayaan lebaran, Jumat (20/3/2026) lalu.

Voni dari Tangerang yang menuju Solo, dan Helmi dari Bekasi yang mudik ke Batang, menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk melestarikan budaya dan berbagi kebahagiaan.

Salah satu pedagang di Pasar Grosir Batik Setono, Siti Idrotul, mengatakan bahwa pembeli selama masa mudik lebaran didominasi oleh warga dari luar kota. Pelanggannya banyak berasal dari daerah seperti Jakarta, Semarang, dan Kendal. Mereka sengaja mampir untuk membeli oleh-oleh khas Pekalongan.

Produk yang paling diminati oleh para pemudik adalah daster batik. Daster ini ditawarkan dengan rentang harga yang bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp100 ribu, menjadikannya pilihan yang ekonomis dan fungsional.

Alfina, pedagang batik lainnya di Pasar Setono, membenarkan popularitas daster batik di kalangan pemudik. Ia menjelaskan bahwa produk ini menjadi primadona karena kenyamanan dan harganya yang bersahabat. Alfina menambahkan bahwa omzetnya bisa mencapai sekitar Rp5 juta per hari saat pasar ramai pengunjung.

Peningkatan pengunjung jelang arus balik lebaran masih belum mencapai puncaknya, para pedagang memperkirakan bahwa jumlah pembeli akan meningkat signifikan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Peningkatan ini terjadi saat para pemudik melakukan perjalanan balik ke kota asal mereka dari kampung halaman. Momen arus balik seringkali menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk berbelanja oleh-oleh.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING