Connect with us

NUSANTARA

Geger! Warga Mamuju Keracunan Usai Makan Daging Anjing

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Sebanyak tujuh warga di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi daging anjing.

Korban terdiri dari berbagai usia, mulai dari pemuda hingga balita. Mereka mengalami gejala seperti muntah, rasa panas di dada dan perut, serta sakit kepala setelah menyantap hidangan tersebut.

Kapolsek Kalumpang, Lukman Rahman, mengungkapkan bahwa tujuh korban terdiri dari satu pemuda berusia 23 tahun, empat remaja berusia 11 hingga 14 tahun, satu anak usia 8 tahun, dan satu balita berusia 2 tahun.

Peristiwa itu terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, pada Minggu (29/3/2026). Kejadian bermula ketika seorang warga berinisial JS (30) menemukan seekor anjing peliharaan warga dalam kondisi sakit dan muntah-muntah.

Alih-alih menguburnya, anjing tersebut justru dipotong dan dimasak, lalu dikonsumsi bersama sejumlah warga lainnya.

Tak lama setelah mengonsumsi daging tersebut, dua orang mulai merasakan mual dan muntah. Kondisi kemudian memburuk hingga tujuh orang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Diduga kondisi kesehatan lima orang makin lemas sehingga harus dievakuasi ke puskesmas,” ujar Lukman dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Dugaan sementara, anjing yang dikonsumsi telah terpapar racun sebelum disembelih. Hal ini diperkuat oleh kondisi anjing yang sebelumnya terlihat muntah-muntah, yang diduga akibat memakan racun tikus.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan guna memastikan penyebab pasti keracunan.

Menurut keterangan warga sekitar, konsumsi daging anjing merupakan hal yang lumrah di wilayah tersebut. Namun, insiden keracunan seperti ini baru pertama kali terjadi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang berasal dari hewan dengan kondisi kesehatan yang tidak jelas, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version