Connect with us

OASE

Teladan Rasulullah: Humor Menyegarkan Jiwa dan Eratkan Ukhuwah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Canda tawa adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Lebih dari sekadar hiburan, humor yang baik mampu menenangkan jiwa, mempererat tali persahabatan, dan menumbuhkan kasih sayang dalam interaksi sosial. Dalam aspek ini, Rasulullah Muhammad SAW pun memberikan contoh yang mulia.

Layaknya manusia biasa, Nabi Muhammad SAW memiliki selera humor. Dalam kitabnya, Akhlak Nabi Muhammad SAW, Ahmad Muhammad al-Hufy mengisahkan beberapa momen ketika Rasulullah SAW bercanda dengan para sahabatnya, menunjukkan sisi humanis beliau yang patut diteladani.

Dalam satu riwayat, seorang wanita datang kepada Rasulullah dan meminta untuk dibawakan di atas unta. Dengan nada bercanda, Rasulullah menjawab, “Engkau akan kami bawa di atas anak unta.” Wanita itu kebingungan dan berkata, “Buat apa anak unta? Ia tidak akan kuat membawaku.” Rasulullah kemudian menjelaskan sambil tersenyum, “Bukankah setiap unta itu adalah anak unta?”

Kisah lain menceritakan tentang Rasulullah yang berseloroh kepada seorang wanita Anshar, “Segeralah susul suamimu, karena di matanya ada warna putihnya.” Wanita itu pun bergegas pulang dengan perasaan khawatir. Ketika bertemu suaminya, ia menyampaikan perkataan Rasulullah. Sang suami sambil tersenyum menenangkan istrinya, “Memang benar ada putih di mataku, tapi itu bukan penyakit.”

Rasulullah juga menunjukkan perhatian dan humornya kepada anak-anak. Dikisahkan Anas bin Malik memiliki seorang saudara kecil bernama ‘Umair yang sangat menyayangi burung pipit peliharaannya. Suatu hari, burung itu mati, membuat ‘Umair sangat sedih. Rasulullah SAW yang menjenguk ‘Umair melihat kesedihannya dan bertanya, “Abu Umair, apa yang terjadi dengan si pipit kecil?” Pertanyaan ini disampaikan dengan nada lembut dan penuh kasih sayang, menghibur hati anak kecil tersebut.

Kisah-kisah ini mengajarkan bercanda dalam batas yang wajar dan bertujuan baik adalah sesuatu yang diperbolehkan dan bahkan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Humor yang beliau hadirkan tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk mencairkan suasana, menghilangkan kekhawatiran, dan menunjukkan rasa sayang kepada umatnya. Keteladanan ini menjadi pengingat bahwa dalam berinteraksi, kehangatan dan keceriaan dapat menjadi bagian dari dakwah dan mempererat tali persaudaraan. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version