Connect with us

OASE

Abu Thalhah: Sahabat yang Menggali Liang Lahat untuk Makam Rasulullah SAW

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Di balik prosesi pemakaman Rasulullah Muhammad yang sarat haru dan duka, terdapat sosok mulia yang mendapat amanah menggali liang lahat sang Nabi terakhir. Dia adalah Abu Thalhah Zaid bin Sahl Al-Anshari -raḍiyallāhu ‘anhu-, seorang sahabat setia dari kalangan Anshar.

Tatkala Rasulullah wafat, para sahabat bingung menentukan jenis liang kubur yang akan dibuat. Pasalnya, masyarakat Makkah terbiasa menggali makam dengan metode syaqq (digali lurus ke bawah), seperti yang biasa dilakukan oleh Abu Ubaidah bin Al-Jarrah RA. Sedangkan penduduk Madinah menggunakan metode lahd (digali menyamping di sisi dasar liang), sebagaimana yang dikerjakan oleh Abu Thalhah RA.

Dalam situasi yang genting itu, Abbas bin Abdul Muththalib memerintahkan dua orang untuk mencari kedua penggali kubur tersebut. Siapa pun yang ditemukan lebih dahulu, maka dialah yang akan mengurus penggalian makam Nabi ﷺ. Takdir pun memilih Abu Thalhah.

Abu Thalhah datang dan menggali liang lahat di bawah tempat tidur Nabi, sesuai dengan sabda beliau yang disampaikan Abu Bakar Ash-Shiddiq, bahwa para nabi akan dimakamkan di tempat mereka wafat. Ia menyusun sembilan batu bata di atas liang lahat tersebut sebagai bagian dari penghormatan terakhir.

Dalam proses persiapan pemakaman, para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib, Al-Abbas bin Abdul Muththalib, Usamah bin Zaid, serta putra-putra Abbas seperti Al-Fadl dan Qatham, bersama pelayan Rasulullah, Syuqran, memandikan jenazah Nabi. Uniknya, jenazah beliau dimandikan dengan tetap mengenakan pakaian, setelah terjadi perbedaan pendapat apakah harus melepaskannya atau tidak.

Setelah itu, jenazah Rasulullah dishalatkan oleh para sahabat secara bergantian tanpa seorang imam, dimulai dari laki-laki, wanita, hingga anak-anak. Pemakaman pun dilakukan pada malam Rabu.

Sementara itu, pemilihan lokasi makam juga sempat menjadi perdebatan. Namun, Abu Bakar RA mengingatkan Rasulullah pernah bersabda bahwa para nabi dikubur di tempat mereka wafat. Maka, diputuskanlah untuk menggali makam beliau di kamar Aisyah RA, istri tercinta Nabi.

Peristiwa ini bukan sekadar bagian dari sejarah Islam, tetapi juga menunjukkan betapa mendalamnya cinta dan penghormatan para sahabat kepada Rasulullah. Sosok Abu Thalhah pun tercatat dalam tinta emas sejarah, sebagai penggali liang lahat Nabi yang mulia. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version