OLAHRAGA
Menpora: Harus Ada Terobosan Pembiayaan Rawat Fasilitas Baru NPC
AKTUALITAS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir melakukan kunjungan kerja dengan melakukan peninjauan ke fasilias Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu kemarin.
Dalam kesempatan tersebut Menpora menyampaikan keinginannya kepada pihak NPC Indonesia adanya terobosan dalam pembiayaan untuk merawat fasilitas Paralympic Training Center Indonesia, agar kualitasnya tetap terjaga setelah selesai dibangun.
“Saya berharap setelah fasilitas ini terlengkapi, kondisinya tetap terawat. Untuk itu perlu terobosan mekanisme administrasi agar perawatan yang sudah ada kerja sama dengan swasta tidak terhambat atau pendanaannya mandek,” kata Erick Thohir dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Pusat pelatihan olahraga untuk atlet disabilitas itu dibangun di atas lahan seluas 80.262 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 34.346 meter persegi.
Fasilitas yang dibangun adalah gedung olahraga (GOR) dan gedung asrama yang terdiri atas dua menara rumah susun setinggi empat lantai dengan kapasitas 188 kamar yang mampu menampung hingga 392 atlet.
Tahap pertama pembangunan fasilitas olahraga yang berlokasi di kaki Gunung Lawu itu dimulai pada Desember 2023 hingga selesai pada Desember 2024.
Menpora berharap setelah tahapan pembangunan dituntaskan, perawatan dapat dilakukan secara rutin tanpa terkendala pendanaan, sehingga perlu ada terobosan dalam mekanisme administrasi.
Dia menjelaskan bahwa Kemenpora telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan fasilitas olahraga yang dibangun oleh pemerintah pusat maupun daerah agar dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Menurutnya, komersialisasi fasilitas olahraga dapat dilakukan sepanjang bertujuan untuk mendukung perawatan aset tersebut.
“Sudah banyak pemerintah membangun fasilitas olahraga, tetapi perawatannya tidak berjalan lancar. Ini yang harus menjadi perhatian dan bahan introspeksi,” katanya.
Menpora juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pengelolaan aset olahraga agar fasilitas yang dibangun pemerintah dan diserahkan kepada NPC maupun organisasi olahraga lainnya tetap terawat sesuai dengan payung hukum yang berlaku.
Dia juga menyampaikan bahwa untuk membantu pembiayaan perawatan itu pihaknya melalui mekanisme hibah.
“Semoga bisa berjalan dan aset yang menjadi yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara ini, dapat terus dipertahankan kualitasnya,” katanya.
(Yan Kusuma/goeh)
-
JABODETABEK15/02/2026 06:30 WIB4 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Rusak Pasar Kemis Tangerang
-
JABODETABEK15/02/2026 05:30 WIBBMKG: Jabodetabek Hujan Ringan hingga Sedang Minggu 15 Februari
-
NASIONAL15/02/2026 06:00 WIBHabiburokhman Wanti-Wanti Penumpang Gelap Reformasi Polri
-
EKBIS15/02/2026 07:00 WIBEddy Soeparno Pesimis Target Migas 2030 Tercapai Jika Hanya Andalkan Pertamina
-
OTOTEK15/02/2026 19:30 WIBPunya Jarak Tempuh 515 Km, Toyota Luncurkan EV Highlander 2027
-
NASIONAL15/02/2026 11:00 WIBMa’ruf Amin Setuju Kembali ke UU KPK Lama Jika Perlu
-
OASE15/02/2026 05:00 WIBSurah Al-Buruj: Pengingat Kekuatan Allah dan Kemenangan Orang Sabar
-
NUSANTARA15/02/2026 18:30 WIBKematian Pelajar SMP di Kawasan Kampung Gajah Terus Diselidiki Polisi