Connect with us

OTOTEK

HP Android Dicuri, Google Perketat Keamanan dengan Fitur Anti-Maling Terbaru

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Google resmi mengumumkan peningkatan besar pada sistem keamanan Android guna melindungi pengguna dari risiko pencurian ponsel yang kian marak. Melalui serangkaian fitur keamanan berlapis, Google berupaya membuat HP Android yang dicuri menjadi semakin sulit dibobol, bahkan nyaris tidak bernilai bagi pelaku kejahatan.

Pembaruan ini dirancang untuk melindungi data pengguna sebelum, saat, dan setelah terjadinya pencurian. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya kasus pencurian ponsel yang berujung pada penyalahgunaan data pribadi hingga penipuan finansial.

Mengutip Phone Arena, sebagian besar fitur keamanan baru ini akan tersedia pada Android 16 dan versi di atasnya. Google menyebut pembaruan ini bertujuan memberikan kendali lebih besar kepada pengguna, sekaligus menutup celah yang kerap dimanfaatkan pencuri.

Daftar Fitur Keamanan Baru Android

Berikut sejumlah fitur keamanan Android terbaru yang perlu diketahui pengguna:

1. Expanded Identity Check

Fitur ini mewajibkan verifikasi biometrik, seperti sidik jari atau pemindaian wajah, ketika ponsel digunakan di luar lokasi terpercaya. Perlindungan ini berlaku untuk berbagai aplikasi sensitif, termasuk aplikasi perbankan dan pengelola kata sandi.

2. Failed Authentication Lock

Melalui fitur ini, pengguna dapat mengatur kapan layar ponsel akan otomatis terkunci setelah beberapa kali salah memasukkan PIN, pola, atau kata sandi. Langkah ini mencegah pencuri mencoba menebak sandi secara bebas.

3. Smarter Lockout

Smarter Lockout memungkinkan sistem memperpanjang durasi penguncian jika terjadi percobaan menebak PIN secara berulang. Google merancang fitur ini secara cerdas agar sentuhan tidak sengaja—misalnya oleh anak-anak—tidak langsung memicu penguncian permanen.

4. Enhanced Remote Lock

Fitur ini meningkatkan keamanan penguncian jarak jauh melalui situs android.com/lock. Pengguna kini dapat menambahkan tantangan keamanan tambahan saat mengunci ponsel dari browser, sehingga pencuri makin sulit mengambil alih perangkat.

Google menegaskan bahwa kombinasi autentikasi biometrik, sistem kunci instan berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pembatasan perubahan pengaturan, akan menutup celah waktu yang biasanya dimanfaatkan pelaku dalam aksi pencurian cepat atau snatch-and-run.

Di sejumlah negara seperti Brasil, fitur-fitur keamanan ini sudah diaktifkan secara default sejak pertama kali perangkat digunakan. Namun, hingga kini Google belum mengumumkan secara resmi kapan sistem keamanan terbaru tersebut akan tersedia untuk seluruh pengguna HP Android di Indonesia.

Bagi pengguna, pembaruan ini menjadi kabar baik di tengah meningkatnya risiko pencurian ponsel. Dengan perlindungan berlapis, data pribadi dan akses keuangan di HP Android kini jauh lebih aman. Kita tunggu saja kehadirannya di Tanah Air.
(Firmansyah/Mun)

TRENDING