POLITIK
Jokowi Diutus ke Vatikan, PDIP: Kenapa Bukan Gibran atau Menag?
AKTUALITAS.ID – Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menunjuk mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai utusan khusus menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan menuai sorotan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua DPP PDIP, Andi Widjajanto, mengaku terheran-heran dengan keputusan tersebut dan mempertanyakan kemungkinan adanya unsur politik di balik penunjukan tersebut.
“Saya tidak memahami pertimbangan, juga tidak terlalu memahami apakah ini ada kalkulasi politik di belakangnya?” ungkap Andi Widjajanto di DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (26/4/2025).
Andi Widjajanto menilai Prabowo memiliki opsi lain untuk mengirimkan perwakilan ke Vatikan, seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atau Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, yang memiliki kedekatan dengan kunjungan Paus ke Indonesia pada 2024.
“Saya tidak tahu pertimbangannya apa ya, mungkin baru sekali ini lah presiden mengutus mantan presiden dalam tugas kenegaraan,” pungkas Andi Widjajanto.
Keputusan Prabowo ini memang terbilang unik. Selain Jokowi, Prabowo juga menunjuk sejumlah tokoh lain seperti Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Ignatius Jonan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan Prabowo tidak dapat menghadiri langsung pemakaman Paus Fransiskus, sehingga menunjuk para tokoh tersebut sebagai perwakilan Indonesia.
“Atas nama pemerintah Indonesia, Bapak Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengutus beberapa tokoh untuk ikut menghadiri acara pemakaman di Vatikan,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Rabu (23/4/2025).
Prasetyo Hadi menambahkan pengutusan para tokoh ini diharapkan dapat mewakili bangsa Indonesia dalam menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus. “Kami berharap utusan ini dapat mewakili bangsa dan negara kita di dalam ikut menyampaikan simpati dan belasungkawa,” ujarnya.
Penunjukan Jokowi oleh Prabowo ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk PDIP, terkait alasan di balik keputusan tersebut dan kemungkinan adanya implikasi politik. (Ari Wibowo/Mun)
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
NASIONAL06/08/2026 10:00 WIBSahroni Minta TNI-Polri Kawal Langsung Kasus Polisi Tewas
-
EKBIS06/08/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Tembus Rp2,679 Juta per Gram
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
EKBIS06/08/2026 10:30 WIBRupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS
-
NUSANTARA06/08/2026 13:30 WIBOknum Polisi Bunuh Lansia Usai Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
-
NASIONAL06/08/2026 11:00 WIBKPK: Raja Juli Diduga Terima Sin$14.000 dari Bupati Kuansing
-
NASIONAL06/08/2026 14:00 WIBSETARA Desak Prabowo Copot Kasus Febrie dari Kejagung

















