Connect with us

POLITIK

Rahmat Bagja: Bawaslu Akan Gelar Pendidikan Politik Bersama Parpol

Aktualitas.id -

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, menyatakan bahwa Bawaslu akan memperketat dan memperluas program pendidikan politik bagi masyarakat, termasuk melalui kolaborasi dengan partai politik. Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri rapat kerja dan rapat dengar pendapat terkait evaluasi Komisi II DPR RI bersama kementerian/lembaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (24/11/2025).

Dalam rapat tersebut, Komisi II menegaskan bahwa pendidikan politik tidak semata tanggung jawab partai politik, melainkan juga dapat dilaksanakan oleh lembaga pengawas pemilu seperti Bawaslu. Komisi II meminta agar Bawaslu aktif berkolaborasi dengan partai politik untuk menyelenggarakan program pendidikan politik yang lebih terstruktur dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Rahmat Bagja menegaskan kesiapan Bawaslu untuk menjalankan inisiatif tersebut dan bekerja sama dengan partai politik dalam pelaksanaannya.

Langkah ini sejalan dengan program Bawaslu sebelumnya yang menargetkan pemilih pemula melalui kegiatan seperti Bawaslu goes to school, yang dirancang untuk meningkatkan literasi pemilu di kalangan generasi muda menjelang pemilu mendatang. Penguatan pendidikan politik oleh Bawaslu diharapkan dapat menurunkan disinformasi, meningkatkan partisipasi pemilih, dan memperkuat budaya demokrasi yang sehat di Indonesia.

Meski demikian, kolaborasi antara lembaga pengawas dan partai politik perlu dirancang dengan prinsip kemandirian, netralitas, dan transparansi agar tidak menimbulkan konflik kepentingan. Bawaslu menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi pengawasan sambil memperluas peran edukatifnya kepada publik.

Bawaslu akan memperluas peran edukasi politiknya dengan menggandeng partai politik, langkah yang diharapkan meningkatkan literasi pemilih dan kualitas demokrasi. Implementasi program ini akan dipantau agar tetap menjaga prinsip netralitas pengawas pemilu. (Bowo/Mun)

TRENDING